Simulasi model sistem kebutuhan alat tanam kedelai
View/ Open
Date
1991Author
Promosiana, Anastasia
Djojomartono, Moeljarno
Mandang, Tineke
Notoatmodjo, Budiman
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji kemungkinan
penggunaan alat tanam kedelai di suatu daerah dan
menentukan kebutuhan unit alat tanam kedelai sesuai dengan
lahan dan tenaga kerja yang tersedia. Daerah penelitian
diambil kabupaten Jember, Propinsi Daerah
Tingkat I Jawa Timur.
Penelitian dilaksanakan selama tujuh bulan.
Pelaksanaannya dimulai pada awal bulan Mei 1990 sampai
awal bulan November 1990. Penelitian ini disponsori
oleh Proyek INS/88/007, Food and Agricultural Organization.
Untuk mengejar waktu tanam diperlukan suatu alat
tanam yang cocok dengan lingkungan serta keadaan
kependudukan, sosial, ekonomi yang menyangkut usaha tani
dan permodalan. Alat tanam kedelai yang dievaluasi
adalah Alat Tanam Kedelai Ditarik oleh Traktor (AKT),
"Rolling Inj e_ction Planter" (AKR) dan "Jabber" (AKJ) .
Dalam penelitia n ini, pengkajian permasalahan yang
ada dilakukan dengan cara pendekatan sistem melalui analisis
kebutuhan dari variabel yang tercakup dalam
sistem. Identifikasi Sistem digunakan untuk mengetahui
hubungan antar komponen di dalam keseluruhan model,
ya ng diharapkan dapat digambarkan hubungan fisik
(teknis) di dalam negeri. Dari model ya ng tel ah
dibangun, dilakukan simulasi. Simulasi dimulai dari
tahun 1989 sampai dengan tahun 2000, dengan data awal
1985. Keabsahan model dilihat dari data tahun 1985
sampai dengan tahun 1988.
Untuk menganalisis kebutuhan alat tanam kedelai
yang dapat menunj ang peningkatan prod uksi kedelai
dengan melihat luas tanam dan jumlah tenaga kerja yang
ada dibangun permodelan sist em. Untuk pengambilan
keputusan penelitian penggunaan alat tanam kedelai
digunakan analisis kriteria Bayes.
Hasil pe nelitian menunjukkan bahwa, tenaga kerja
yang pada tahun 1998 sampai dengan akhir tahun simulasi
(tahun 2000) sudah tidak mampu mengerjakan luas tanam
yang ada. Dengan kata lain kenaikan luas tanam yang
tersedia tidak seimbang dengan kenaikan tenaga kerja
yang tersedia, sehingga terjadi kekurangan tenaga
kerja. Untuk mencukupi. kekurangan tenaga kerja tersebut
diperlukan penambahan tenaga dengan alternatif sebagai
berikut : alat tanam kedelai "Jabber" (AKJ) sebesar 464
unit, Rolling Injection Planter" (AKR) sebesar 38 unit,
sedang alat tanam kedelai (AKT) sebesar 13 unit. ...
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
