Pengaruh Komunikasi dan Kelekatan Remaja-Orang Tua terhadap Agresivitas Remaja pada Keluarga Pekerja Migran Perempuan
Abstract
Agresivitas remaja pada keluarga pekerja migran dikaitkan dengan keterpisahan dengan kepergian ibu keluar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi dan kelekatan remaja dengan ayah dan ibu terhadap agresivitas remaja pada keluarga pekerja migran perempuan. Desain penelitian menggunakan cross sectional study dengan teknik purposive sampling. Kriteria responden merupakan remaja pada rentang usia 12-15 tahun yang memiliki ibu pekerja migran. Penelitian tersebar pada 84 siswa SMP di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu. Analisis data terdiri atas analisis deskriptif, uji korelasi, uji beda, dan uji regresi. Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel dan program Statistical Package for Social Science (SPSS). Penelitian menunjukkan banyak ibu pekerja migran telah bekerja lebih dari 5 tahun di luar negeri. Hasil komunikasi remaja-orang tua menunjukkan pada kategori rendah, namun komunikasi ibu lebih tinggi dari ayah. Kelekatan ibu terkategori sedang, sementara kelekatan ayah terkategori rendah. Penelitian menunjukkan bahwa agresivitas remaja berada pada kategori sedang. Agresivitas memiliki korelasi negatif dengan jenis kelamin, bahwa perempuan memiliki agresivitas lebih tinggi dari laki-laki pada dimensi kemarahan dan permusuhan, sementara laki-laki menempati agresi fisik lebih tinggi. Hasil uji regresi menemukan agresivitas dipengaruhi negatif signifikan oleh kelekatan ibu, sementara kelekatan ayah tidak berpengaruh, dan hanya komunikasi ayah berpengaruh signifikan positif terhadap agresivitas remaja.
