Studi gambaran kimia darah dan hemogram sederhana dari anak sapi penderita diare
View/ Open
Date
1992Author
Choliq, Chusnul
Widodo, Setyo
Girindra, Aisjah
Ashadi, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Pengeringan buah-buahan dan sayur-sayuran serta
produk lainnya telah mulai berkembang pada akhir-akhir
ini. Di Indonesia pengeringan buah-buahan dilakukan
secara besar-besaran dan modern dengan menggunakan
vacuum dryer, tentu memerlukan investasi yang besar
dan dilaksanakan secara komersial.
Tanaman nangka dan nenas adalah tanaman tropis
berbuah sepanjang tahun, produknya mudah rusak (busuk)
(perishable) bila dibiarkan begitu saja setelah panen.
Kehilangan hasil pertanian pasca panen buah-buahan dan
sayur-sayuran cukup besar, yaitu 35 persen sampai 40
persen terjadi mulai saat tanaman itu dipanen sampai
dipasaran.
Melihat hal demikian diperlukan suatu alternatif
untuk mengeringkan buah nangka dan nenas dengan
menggunakan energi panas dipusat sentra produksi buahbuahan
dan sayur-sayuran, sehingga akan menumbuhkan
Melihat hal demikian diperlukan suatu alternatif
untuk mengeringkan buah nangka dan nenas dengan
menggunakan energi panas dipusat sentra produksi buahbuahan
dan sayur-sayuran, sehingga akan menumbuhkan
suatu usaha industri kecil dipedesaan. Dengan demikian
akan diperoleh produk berupa kripik ( chips) , dapa t
langsung digoreng menjadi kripik, atau merupakan suatu
procluk perantara sebagai bahan tambah produk lainnya.
Produk tahan disimpan lebih lama serta memudahkan
dalam pengemasan dan tranportasi. Dengan demikian akan
meningkatkan arti ekonomis tanaman nangka dan nenas
dipedesaan, menimbulkan rangsangan untuk meningkatkan
industri rumah tangga dipedesaan.
Penelitian bertujuan mempelajari karakteris~ik
pengeringan buah nangka dan nenas matang meliputi laju
pengeringan, mutu yang dihasilkan dan analisa pengguna
an energi panas. Pengeringan dengan melakukan berbagai
tingkat suhu udara panas, pada kecepatan aliran udara
3 meter per detik. ...
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
