Pola pewarisan karakter resistensi terigu (Triticium aestivum L.) terhadap kudis malai (Gibberella zeae (Scwh.) Petch)

Date
1987Author
Sastrosumarjo, Sarsidi
Guhardja, Edi
Nasoetion, Andi Hakim
Hakim, Rusli
Makmur, Amris
Tjitrosomo, Siti Soetarmi
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian adalah untuk mencari pola pewarisan karakter resistensi terigu terhadap kudis malai dari tiga galur introduksi asal CIMMYT-Meksiko, dua varietas introduksi asal Jepang, dan satu var. lokal; galur R-164, R-176, R-199, var. Oshio Komugi, Omase Komugi, dan var. lokal Pengalengan I. Penelitian dilakukan di rumah tumbuh buatan bertenda plastik dan di lapangan dari kebun percobaan Pacet Sindanglaya Cipanas milik Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor (sekarang bernama Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan) selama tahun 1979 1982. Percobaan dalam rumah tumbuh buatan bertenda plastik dilaksanakan dalam pot ember plastik dan bertujuan untuk meneliti cara inoku-lasi buatan yang tepat, mengaji ada-tidaknya efek maternal dan daya gabung, dan untuk melakukan persilangan-persilangan. Identifikasi patogen dan ras fisiologik dari patogen penyebab kudis malai ("scab") dilakukan di laboratorium Departemen Agronomi IPB berdasarkan metode BOOTH (1971), ANDERSEN (1948), dan TU (1930).
Galur-galur yang rentan (R-164, R-176, R-199) masing-masing disilangkan dengan varietas-varietas yang resisten OSK, OMK, Peng I) termasuk persilangan kebalikannya (resiprokal). Populasi atau generasi dasar, yang terdiri dari populasi P1, P2, F1, F2, BC1, dan BC2, diuji di la-pangan dengan menggunakan tanaman sumber infeksi galur R-176. Tanaman sumber infeksi diinokulasi dengan suspensi biakan murni umur 7 hari dari patogen Fusarium graminearum (SCHW.) (bentuk konidia G. Zeae).
Uji sebaran frekuensi tanaman pisahan dalam populasi F2 dilakukan untuk mengetahui sifat pewarisan dari karek-ter resistensi. Karena sebaran frekuensi tanaman F2 menunjukkan sebaran yang kontinu dengan 2 dan 3 puncak (bi-modal dan trimodal), maka penelaahan pewarisan karakter lebih lanjut digunakan pendekatan dengan 2 macam analisis. Pertama, analisis genetik Mendel, dan kedua, analisis genetik biometrik.
Uji khikuadrat terhadap nisbah frekuensi pisahan tanaman F2 digunakan untuk mengetahui perilaku dan bentuk perangen mayor dalam pengendalian karakter resistensi. Dari uji khikuadrat ini ternyata dari persilangan OSK X Peng I menunjukkan simpangan yang nyata dari nisbah harapan (48 resisten: 16 rentan), sedangkan dari 4 persilangan lainnya masing-masing R-164 X OSK, R-199 X OSK, R-164 X Peng I, dan R-199 X Peng I tidak menunjukkan simpangan yang nyata. Hasil ini memberikan kesimpulan bahwa dalam var. OSK terdapat efek maternal untuk karakter resistensi. Adanya efek maternal dalam var. OSK ditunjukkan pula dari hasil percobaan uji efek maternal yang dilakukan dalam ...
Collections
- DF - Agriculture [807]

