View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Economics and Management
      • UT - Economics and Development Studies
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Strategi Pengurangan Ketimpangan Melalui Pengembangan Sektor Basis di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Periode 2001-2009

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.501Mb)
      Date
      2011
      Author
      Priandini, Retno
      Rindayati, Wiwik
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor-sektor perekonomian yang menjadi sektor basis di Provinsi DI Yogyakarta, pola dan struktur pertumbuhan ekonomi spasial kabupaten/kota di Provinsi DI Yogyakarta serta besar tingkat ketimpangan dan trend ketimpangan yang terjadi di Provinsi DI Yogyakarta. Selain itu penelitian ini juga akan mengidentifikasi sektor basis yang berperan nyata dalam mengurangi ketimpangan, sehingga sektor tersebut dapat terus dikembangkan oleh pemerintah daerah dan diharapkan dapat ikut mendorong pertumbuhan sektor-sektor non basis. Pada penelitian ini, untuk melihat sektor perekonomian yang menjadi sektor basis digunakan analisis Location Quotient (LQ). Berdasarkan analisis Location Quotient (LQ), terdapat 7 sektor yang memiliki nilai LQ > 1, artinya terdapat 7 sektor basis yang dimiliki oleh Provinsi DI Yogyakarta, dengan nilai LQ terbesar yaitu sektor jasa-jasa sebesar 1,94. Disisi lain untuk mengetahui klasifikasi setiap kabupaten/kota digunakan analisis Tipologi Klassen. Menurut analisis Tipologi Klassen, terdapat 3 wilayah yang tergolong relatif terbelakang dan 2 wilayah lainnya tergolong daerah maju dan berkembang. Kondisi ini mengindikasi terjadinya ketimpangan antar daerah di Provinsi DI Yogyakarta. Untuk mengetahui besarnya tingkat ketimpangan yang terjadi di Provinsi DI Yogyakarta, maka digunakan analisis Indeks Williamson. Selama kurun waktu 9 tahun tingkat ketimpangan di Provinsi DI Yogyakarta bertaraf sedang, karena nilai Indeks Williamson berkisar antara 0,3683-0,3868. Provinsi DI Yogyakarta memang memiliki 7 sektor basis, namun sektor pertanianlah yang berperan nyata dalam mengurangi ketimpangan. Keberadaan sektor pertanian mampu mengurangi ketimpangan sampai 46,48 persen, dimana kontribusi terbesar dalam PDRB sektor pertanian disumbang oleh sub sektor tanaman bahan makanan sebesar lebih dari 75 persen. Hal ini berarti PDRB sektor pertanian dapat terus dikembangkan melalui beberapa komponen yang terkait dengan sub sektor tanaman bahan makanan seperti PDRB tanaman bahan makanan, luas panen tanaman bahan makanan, luas lahan yang teririgasi, prodiktivitas, dan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian. Pada akhirnya melalui Principal Component Analysis / Regresi Komponen Utama didapatkan hasil bahwa seluruh variabel-variabel tersebut berpengaruh positif terhadap peningkatan PDRB sektor pertanian, dengan koefisien variabel yang paling significant adalah produktivitas, yaitu sebesar 0,797. Dengan besarnya peranan sektor pertanian terhadap pengurangan ketimpangan di Provinsi DI Yogyakarta, maka diharapkan pemerintah daerah lebih pro terhadap para petani, dan dapat memprioritaskan pembangunan yang diarahkan kepada pengembangan sektor basis perekonomian yang telah terbukti mengurangi ketimpangan antar kabupaten/kota di Provinsi DI Yogyakarta, dengan cara meningkatkan produktivitas dan pembangunan irigasi agar semakin banyak lahan yang teririgasi untuk meningkatkan produksi sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DI Yogyakarta Tahun 2009-2013. Selain itu pemerintah daerah juga diharapkan dapat memberikan perhatian yang besar terhadap pengembangan sektor non basis. Pengembangan sektor pertanian dapat diselaraskan dengan pengembangan sektor pariwisata, sektor industri pengolahan, serta sektor perdagangan yang dapat menjadi bagian dari turunan komoditi-komoditi pertanian. Dengan demikian, sektor primer, sekunder, dan sektor tersier dapat berkembang di Provinsi DI Yogyakarta.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/125156
      Collections
      • UT - Economics and Development Studies [3214]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository