Analisis Usahatani Padi Semi Organik dan Padi Anorganik di Kecamatan Jatiabarng Kabupaten Indramayu.
Abstract
Penggunaan input kimia dalam pertanian dapat merusak kesuburan tanah dan
ekosistem. Salah satu cara penanggulangannya adalah dengan mengadopsi
pertanian yang menggunakan input pertanian ramah lingkungan dan layak secara
ekonomi. Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu merupakan salah satu
produsen padi yang berkontribusi besar di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini
bertujuan mengalisis apakah ada perbedaan antara usahatani padi semi organik
yang menggunakan input ramah lingkungan dengan padi anorganik di Kecamatan
Jatibarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan struktur biaya, penerimaan, dan
efisiensi usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan budidaya padi
dengan cara perlakuan organik (padi semi organik) meningkatkan produktivitas
sebesar 12.85 persen, meningkatkan total penerimaan sebesar 40.25 persen dengan
biaya yang tidak jauh berbeda. Secaranya nyata, total pendapatan usahatani padi
semi organik lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan yang di terima oleh
usahatani padi anorganik
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
