Aktivitas Antibakteri dan Degradasi Biofilm Streptococcus mutans Rimpang Kaempferia rotunda, K. galanga, dan K. pandurata
View/ Open
Date
2016Author
Nastiti, Cempaka Mayang
Batubara, Irmanida
Wahyuni, Wulan Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman obat rimpang-rimpangan suku Zingiberaceae dikenal sebagai
komoditas yang banyak digunakan sebagai obat-obatan, di antaranya kunci pepet,
kencur, dan temu kunci. Penelitian ini bertujuan menentukan potensi antibakteri
dan degradasi biofilm ekstrak ketiga spesies tersebut dalam pelarut n-heksana, etil
asetat, dan metanol. Bakteri yang digunakan adalah Streptococcus mutans dan
metode yang digunakan adalah metode mikrodilusi. Ekstrak metanol dan nheksana
kunci pepet, ekstrak metanol kencur, serta ekstrak etil asetat dan metanol
temu kunci menunjukkan aktivitas antibakteri. Ekstrak metanol kencur memiliki
nilai Konsentrasi Hambat Minimum terendah, yaitu 125 μg/mL. Sementara
ekstrak dengan nilai Konsentrasi Bunuh Minimum terendah adalah ekstrak nheksana
kunci pepet, yaitu 2000 μg/mL. Ekstrak metanol kencur, serta ekstrak nheksana,
etil asetat, dan metanol temu kunci menunjukkan aktvitas degradasi
biofilm. Ekstrak yang berpotensi paling baik mendegradasi biofilm adalah ekstrak
etil asetat temu kunci, dengan nilai IC50 sebesar 13.23 μg/mL.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
