Kebiasaan Makanan Ikan Motan (Thynnichthys polylepis Bleeker, 1860) di Rawa Banjiran Sungai Kampar Kiri, Riau.
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis, kualitas, dan kuantitas makanan yang dimakan; relung makanan ikan motan; dan tumpang tindih relung makanan intra spesies. Penelitian ini dilakukan di rawa banjiran Sungai Kampar Kiri pada bulan Juli hingga Desember 2006 dengan dua lokasi pengambilan contoh, yaitu Mentulik dan Simalinyang. Ikan dikoleksi satu kali per bulan dengan menggunakan alat tangkap berupa sempirai dan jaring insang eksperimental. Analisis data yang digunakan meliputi indeks bagian terbesar, luas relung makanan, tumpang tindih relung makanan, hubungan panjang bobot, dan faktor kondisi. Ikan motan yang tertangkap selama penelitian dari bulan Juli sampai Desember berjumlah 490 ekor yang terdiri atas 227 (46,3%) ekor ikan jantan dan 263 (53,7%) ekor ikan betina ─67 ekor ikan jantan dan 88 ekor ikan betina di daerah Simalinyang; 196 ekor ikan jantan dan 140 ekor ikan betina di daerah Mentulik. Berdasarkan hasil analisis, didapatkan hasil bahwa organisme makanan dengan nilai indeks bagian terbesar selama pengamatan, baik pada ikan motan jantan maupun ikan betina di daerah Simalinyang dan Mentulik, adalah dari kelompok Bacillariophyceae (17 dan 21 genera) sedangkan organisme makanan yang selalu ditemukan setiap bulan di Simalinyang dan Mentulik serta cenderung memiliki nilai IP tertinggi adalah Cocconeis. Di daerah Simalinyang, nilai luas relung terbesar ikan motan jantan dan betina terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 10,51 dan 8,78. Di daerah Mentulik, nilai luas relung makanan ikan motan jantan maupun betina terdapat pada bulan September yaitu sebesar 8,98 dan 6,84. Di daerah Simalinyang, nilai tumpang tindih makanan antara ikan motan jantan dan betina tertinggi terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 0,89; sedangkan di daerah Mentulik nilai tumpang tindih tertinggi terdapat pada bulan November yaitu sebesar 0,92. Pola pertumbuhan ikan motan di Sungai Kampar Kiri bersifat allometrik positif. Di daerah Simalinyang, nilai tengah faktor kondisi tertinggi ikan betina dan jantan terdapat pada bulan Oktober, yaitu sebesar 0,97 dan 1,19; sedangkan di daerah Mentulik, nilai tengah faktor kondisi tertinggi ikan betina dan jantan terdapat pada bulan Oktober yaitu sebesar 1,4 dan 1,1.

