Penilaian Ekonomi Ganti Rugi Lahan pada Program Normalisasi Sungai di DKI Jakarta (Studi Kasus: Kelurahan Petogogan dan Pela Mampang Jakarta Selatan)
Abstract
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengetahui besarnya dana ganti
rugi yang diharapkan masyarakat. Adapun tujuan khusus yang ingin dicapai
dalam penelitian ini yaitu: (1) mengkaji gambaran desain dan manfaat normalisasi
Sungai Krukut, (2) mengkaji persepsi masyarakat Kelurahan Petogogan dan Pela
Mampang terhadap rencana program normalisasi Sungai Krukut, (3)
mengestimasi nilai ganti rugi tanah dan bangunan yang terkena dampak dari
normalisasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tersebut.
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data
sekunder. Responden merupakan masyarakat yang akan terkena dampak dari
normalisasi. Metode yang digunakan yaitu metode skala semantik untuk mengkaji
persepsi masyarakat, Willingness to Accept (WTA) untuk mengestimasi nilai ganti
rugi, dan regresi linier berganda untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
nilai WTA.
Sungai Krukut akan dilebarkan menjadi 20 m dari semula hanya 3-5 m dan
diperdalam menjadi 3 m dari semula kurang dari 2 m. Hal ini akan meningkatkan
debit sungai menjadi empat kali dari semula, sehingga air sungai tidak akan
meluap dan membanjiri pemukiman warga. Berdasarkan persepsi masyarakat
kondisi Sungai Krukut sudah sangat buruk ditandai oleh penyempitan dan
pendangkalan. Masyarakat menilai bahwa sungai ini penting dan harus secepatnya
dinormalisasi. Nilai ganti rugi (WTA) yang bersedia diterima masyarakat untuk
tanah dan bangunannya sebesar Rp. 2 110 000 per m2.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi nilai tersebut adalah luas lahan, jarak tempat tinggal dengan
sungai, pendidikan, status kepemilikan lahan, dan jenis bangunan.
