Produktivitas dan Kelayakan Usaha Perikanan Tangkap Rawai Tuna di Pelabuhan Perikanan Nusantara Palabuhanratu, Sukabumi
Date
2023-09-06Author
Sitorus, Imanuel Yosua Magistero
Wisudo, Sugeng Hari
Muninggar, Retno
Metadata
Show full item recordAbstract
Terjadi penurunan jumlah armada rawai tuna yang beralih menjadi armada pancing ulur di PPN Palabuhanratu, hal ini tentu akan mempengaruhi keberlanjutan usaha perikanan rawai tuna di PPN Pelabuhanratu, perlunya perhitungan kelayakan usaha demi keberlangsungan usaha perikanan tuna di PPN Palabuhanratu. Penelitian bertujuan untuk menghitung nilai produktivitas dan kelayakan usaha rawai tuna di PPN Palabuhanratu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah armada rawai tuna 30, 40, dan 80 GT yang masing-masing mewakili setiap kelompok ukuran armada rawai tuna di PPN Palabuhanratu yaitu 20-30 GT, 31-50 GT, dan 51-100 GT dengan masing-masing satu armada sebagai perbandingan. Perhitungan produktivitas dan kelayakan usaha digunakan sebagai indikator dalam mempertimbangkan keberlanjutan usaha perikanan rawai tuna. Metode menggunakan pendekatan perhitungan produktivitas, keuntungan (), R/C (Revenue per Cost Ratio), Payback Period, ROI (Return of Investment), dan BEP (Break Event Point). Hasil penelitian menunjukan, produktivitas armada rawai tuna tertinggi adalah armada 80 GT dengan nilai produktivitas trip 45.303,33 kg/trip/tahun, produktivitas kapal 1,698875 ton/GT/tahun, dan produktivitas nelayan 10.454,62 kg/orang/tahun. Produktivitas terendah adalah armada 40 GT dengan nilai produktivitas trip 7.026,25 kg/trip/tahun, produktivitas kapal 0,702625 ton/GT/tahun, dan produktivitas nelayan 2.555 kg/orang/tahun. Berdasarkan hasil perhitungan kelayakan usaha maka diketahui armada rawai tuna 30 dan 80 GT mengalami keuntungan dan memiliki masa payback period yang cepat dibawah 5 tahun dengan niali R/C Ratio > 1 dan ROI bernilai positif. Armada rawai 40 GT mengalami kerugian sehingga memiliki nilai R/C Ratio < 1 dan ROI bernilai negatif sehingga payback period tidak dapat dicapai. Happen decline number of switching tuna longline fleets become a tuna handline fleets in the Palabuhanratu Fishing Port, this will influence continuity business fishery longline tuna at Pelabuhanratu Fishing Port, the need appropriateness effort for continuity business tuna fishery in Palabuhanratu Fishing Port. Research aims to calculate mark productivity and feasibility business tuna longline at Palabuhanratu Fishing Port. The samples used in this study were 30, 40, and 80 GT tuna longline fleets, each representing every group the size of the tuna longline fleet in the Palabuhanratu Fishing Port namely 20-30 GT, 31-50 GT, and 51-100 GT with 1 fleet each as comparison. Productivity and feasibility business used as indicators in analyzing continuity business fishery tuna longline. method of using productivity, profit ( ), R/C (Revenue per Cost Ratio ), Payback Period, ROI ( Return of Investment ), and BEP ( Break Event Point ). The results showed that the productivity of the tuna longline fleet was the highest is an 80 GT fleet with value productivity of trip 45,303.33 kg/trip/ year, productivity of ships 1.698875 tons/GT/ year, and productivity of fishermen 10,454.62 kg/person/year. Productivity Lowest is a 40 GT fleet with value productivity of trip 7,026.25 kg/trip/year, productivity of ships 0.702625 tons/GT/year, and productivity of fishermen 2.555 kg/person/year. based on results analysis appropriateness the eating business is known to have a tuna longline fleet of 30 and 80 GT have values experience profits and has a fast payback period under 5 years with an R/C Ratio value of > 1 and a valuable ROI positive. The 40 GT longline fleet suffered loss so that own R/C Ratio value < 1 and ROI value negative so that payback period No can achieved.
