Pemasaran Biji Kopi Robusta di Kabupaten Karawang
Date
2023Author
Muhidin, Dira Amelia
Herawati, Herawati
Aviny, Eva Yolynda
Metadata
Show full item recordAbstract
Kabupaten Karawang memiliki potensi dalam pengembangan kopi robusta
dengan luas lahan yang terus bertambah dan hasil produksi yang meningkat.
Peningkatan produksi perlu diikuti dengan adanya sistem pemasaran yang dapat
menyerap hasil tersebut. Adanya permasalahan seperti petani yang bertindak
sebagai price taker dan perbedaan harga green beans yang relatif besar di tingkat
petani dan konsumen akhir membuat penelitian terkait sistem pemasaran penting
dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem pemasaran biji kopi
robusta di Kabupaten Karawang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Tegalwaru dan
Kecamatan Pangkalan. Penentuan sampel petani ditentukan dengan metode simple
random sampling dan penentuan responden lembaga pemasaran dilakukan dengan
menggunakan metode snowball sampling. Metode analisis data yang digunakan
adalah marjin pemasaran, farmer’s share, dan rasio keuntungan terhadap biaya.
Hasil penelitian menunjukkan lembaga pemasaran yang terlibat adalah pengumpul
kecil, pengumpul besar, pedagang besar, dan BUMDes. Ada empat saluran
pemasaran yang terbentuk. Saluran pemasaran yang dianggap relatif efisien adalah
saluran pemasaran I yang terdiri dari (petani – pedagang besar – konsumen) karena
memiliki nilai marjin pemasaran Rp5.806, dan farmer’s share 77,93 persen. Karawang Regency has the potential to develop Robusta coffee with
increasing land area and production. Increased production needs to be followed by
a good marketing system. Marketing analysis is important due to the existence of
problems such as farmers acting as price takers and relatively large differences in
the price of green beans at the farm level and at the end consumer level. This study
aims to analyze the Robusta coffee beans marketing system in Kabupaten
Karawang. The research was conducted in Kecamatan Tegalwaru and Kecamatan
Pangkalan. Simple random sampling was applied for selecting farmer respondents
followed by snowball sampling method for the marketing institutions. The data was
analyzed with marketing margin, farmer's share and profit to cost ratio approach.
The results showed that the marketing institutions involved were small collectors,
large collectors, large traders and BUMDes. Four marketing channels are identified.
The marketing channel that is considered relatively efficient is marketing channel I
consisting of (farmers - large traders - consumers) because it has a marketing
margin value of IDR 5,806 and a farmer's share of 77.93 percent.
Collections
- UT - Agribusiness [4776]
