Respon Morfofisiologi Tanaman Padi (Oryza sativa L.) terhadap Cekaman Salinitas.
Abstract
Padi memberikan respon yang berbeda dalam menghadapi cekaman
salinitas, baik respon morfologi maupun respon fisiologi bergantung genotipe.
Penelitian ini bertujuan mempelajari respon morfofisiologi dua kultivar padi, yaitu
kultivar IR64 dan Pokkali terhadap cekaman salinitas. Kecambah padi ditanam di
dalam pot dengan media pasir. Kecambah berumur dua minggu diberi perlakuan
garam dengan tiga tingkat salinitas berbeda, yaitu 0, 4, dan 6 dS/m. Pengamatan
morfologi meliputi tinggi tanaman,panjang akar, biomassa kering tajuk, biomassa
kering akar, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif, dan bobot gabah per
rumpun, serta analisis fisiologi yang meliputi pengukuran kandungan air relatif,
klorofil dan prolin daun dilakukan pada fase vegetatif dan fase generatif. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kultivar memberikan pengaruh yang
berbeda nyata pada setiap peubah yang diamati baik pada fase vegetatif maupun
generatif kecuali pada kandungan air relatif daun, sedangkan tingkat salinitas
berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, panjang akar, biomassa kering akar dan
biomassa kering tajuk fase vegetatif, jumlah anakan total, jumlah anakan produktif,
dan bobot gabah per rumpun. Tingkat salinitas juga berpengaruh pada kandungan
air relatif, klorofil, dan prolin daun. Peningkatan konsentrasi garam pada media
menurunkan kandungan air relatif dan kandungan klorofil daun tanaman tetapi
meningkatkan kandungan prolin daun tanaman padi. Tanaman padi kultivar Pokkali
memiliki respon morfologi dan fisiologi yang lebih baik terhadap cekaman salinitas
dibanding kultivar IR64, sehingga mengindikasikan bahwa kultivar Pokkali lebih
toleran terhadap cekaman salinitas.
Collections
- UT - Biology [2401]
