Pengembangan Sistem Informasi Ketertelusuran Kopi Spesialti
Date
2023Author
Suyuthi, Muyassar Allam
Seminar, Kudang Boro
Sutrisno
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia merupakan negara produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam, tetapi juga menjadi negara eksportir kopi terbesar keempat di dunia didahului oleh Columbia. Penyebab utama nilai ekspor kopi Indonesia rendah karena mutu dan tampilan produk kopi yang kurang baik. Maka perlu pengembangan kopi yang terjamin akan mutunya yaitu kopi spesialti. Kopi spesialti dikenal dengan kopi berkualitas tinggi yang memiliki cita rasa khas yang bervariasi tergantung dimana kopi tersebut ditanam. Menjamin mutu dan kualitas kopi spesialti menjadi latar belakang utama penelitian ini dilakukan. Selain itu, pencatatan informasi pada rantai pasok kopi di Indonesia pada umumnya masih secara manual menggunakan kertas. Sehingga tujuan penelitian ini yaitu merancang sistem ketertelusuran untuk menjamin keaslian dan kualitas kopi spesialti, juga menggantikan pendataan sistem manual.
Perancangan sistem ketertelusuran dalam studi ini dikembangkan berdasarkan studi kasus rantai pasok kopi Arabika Java Preanger di CV Frinsa Agrolestari, Pangalengan, Jawa Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi lapangan untuk mengidentifikasi rantai pasok dan faktor penting yang membangun produk kopi spesialti. Metode perancangan sistem ketertelusuran menggunakan UML (Unified Modelling Languange) dan ERD (Entity relationship Diagram) dipadukan dengan konsep CBIS (Computer Bassed Information System).
Hasil penelitian menunjukkan model rantai pasok kopi spesialti pada CV Frinsa Agrolestari terdapat lima aktor utama yang hubungannya telah terintegrasi dengan dengan baik dari hulu sampai hilir yaitu petani, pengumpul, industri pengolah, dan eksportir. Kopi spesialti yang diproduksi menerapkan standar lokal SNI 01-2907-2008 dan standar Internasional SCA (Specialty Coffee Assosiation). Faktor penting yang membentuk karakteristik kopi spesialti terjadi selama proses pra panen dan pascapanen, yaitu pencatatan buah kopi, pemanenan buah kopi masak merah, perambangan, kontrol kualitas setelah penggilingan, sortasi berdasarkan kepadatan, ukuran dan warna, serta kontrol kualitas biji kopi cacat primer dan sekunder. Faktor mutu yang didokumentasikan ke dalam sistem meliputi lokasi kebun, varietas, kadar air, warna, aroma nilai trase, dan nilai defect.
Prototipe sistem informasi ketertelusuran dikembangkan berbasis website dengan pendekatan konsep CBIS yang mana telah berhasil mengidentifikasi kebutuhan fungsional dan non fungsional dan menciptakan sistem yang terintegrasi. Manfaat dari hasil pengembangan sistem ketertelusuran yang dikembangkan yaitu mampu mencatat informasi proses produksi dan penelusuran produk serta aktor yang terlibat dengan bantuan akuisisi data menggunakan QR Code.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
