View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Aspek Biologi dan Kemampuan Parasitisasi Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae)

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (949.1Kb)
      Fulltext (2.014Mb)
      Lampiran (1.241Mb)
      Date
      2023-08-21
      Author
      Naimah, Fatayatun
      Sartiami, Dewi
      Maryana, Nina
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero (Hemiptera: Pseudococcidae) merupakan hama invasif dari Amerika Selatan yang memasuki Asia pada tahun 2008. Populasi dan tingkat serangannya merebak hingga ke Indonesia yang menyebabkan kehilangan hasil serta dampak yang serius pada produksi singkong. Salah satu bentuk pengendalian hayati yang dilakukan untuk menekan penyebaran P. manihoti yaitu dengan pemanfaatan peran musuh alami. Parasitoid menjadi subjek pengendali hama yang umum dan cenderung mudah untuk diperbanyak secara massal. Anagyrus lopezi (De Santis) (Hymenoptera: Encyrtidae) merupakan parasitoid P. manihoti yang telah terbukti dapat mengendalikan populasi P. manihoti dengan tingkat parasitisasi 59,1%. Pemanfaatan parasitoid sebagai agens pengendali hayati dilakukan dengan penyebaran secara berkala dan dilakukan monitoring untuk mengontrol keberhasilan parasitoid dalam menekan populasi hama. Penyebaran dan pelepasan massal parasitoid tak lepas dari faktor perbanyakan, pemeliharaan serta penyimpanan agens hayati. Oleh karena itu dibutuhkan ketersediaan agens hayati dalam jumlah yang banyak sehingga diperlukan produksi yang stabil dan ketersediaan inang yang cukup serta mudah dibiakkan untuk menunjang produksi massal parasitoid. Produksi massal parasitoid membutuhkan informasi biologis agen pengendali hayati untuk mendukung keberhasilan dalam perbanyakan, pemeliharaan, penyimpanan dan pelepasannya. Keberhasilan dalam produksi massal agens pengendali hayati ditandai dengan tersedianya agen pengendali hayati secara stabil dan mampu mengendalikan hama secara kontinu. Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu memahami dan mengetahui biologi A. lopezi yang berkaitan dengan kebutuhan program pengendalian hayati pada tahap persiapan perbanyakan massal A. lopezi. Secara terperinci tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui informasi biologis mengenai pengaruh ukuran inang terhadap jenis kelamin parasitoid untuk menentukan perbandingan jumlah mumi kutu putih yang akan dilepas ke lahan, (2) mengetahui waktu kemunculan imago A. lopezi untuk menentukan waktu pelepasan yang tepat untuk melepaskan mumi kutu putih ke lahan, (3) menghitung nisbah kelamin parasitoid yang berasal dari lahan dan hasil perbanyakan di laboratorium untuk mengetahui perbandingan jumlah jantan dan betina dalam populasi tersebut, (4) mengetahui pengaruh kepadatan inang terhadap tingkat parasitisasi A. lopezi. Pengaruh ukuran inang (P. manihoti) terhadap jenis kelamin parasitoid berhubungan dengan alokasi jenis kelamin oleh parasitoid. Ukuran inang berdasarkan panjang dan lebar ukuran mumi dikelompokkan dalam kategori yang berbeda. Sebanyak 200 mumi dari hasil perbanyakan dikumpulkan secara acak dan diukur menggunakan Dino-Lite (mikroskop digital). Hasil menunjukkan bahwa betina lebih banyak muncul dari mumi inang yang berukuran panjang > 2 mm dan lebar 0,9 – 1,1 mm, sedangkan jantan lebih banyak muncul dari mumi inang yang berukuran panjang 1,4 – 1,8 mm dan lebar 0,5 – 0,7 mm. Sebanyak 4099 mumi yang berasal dari lahan dan perbanyakan laboratorium dikumpulkan dan ii dimasukkan masing-masing ke dalam tabung eppendorf dan dilakukan pengamatan selama 6 hari. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa puncak waktu kemunculan parasitoid dari mumi yang berasal dari lahan dan hasil perbanyakan laboratorium terjadi pada pukul 09.00 – 12.00 WIB diikuti pukul 15.00 – 18.00 WIB. Berdasarkan hasil tersebut, waktu pelepasan massal mumi kutu putih ke lahan dapat dilakukan sebelum pukul 09.00 WIB pagi. Nisbah kelamin A. lopezi yang berasal dari lahan cenderung lebih banyak jantan dan nisbah kelamin A. lopezi yang berasal dari perbanyakan laboratorium cenderung lebih banyak betina. Pengaruh kepadatan inang terhadap tingkat parasitisasi A. lopezi diamati dari empat ekor parasitoid betina yang telah kopulasi pada kepadatan 100, 120, 140, 160, 180 dan 200 ekor inang yang diulang sebanyak lima kali. Kepadatan 120 ekor inang menunjukkan tingkat parasitisasi tertinggi sehingga pada setiap stek singkong dapat diletakkan sebanyak 120 ekor inang.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/124143
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository