Kepadatan Vektor Nyamuk Berdasarkan Kondisi Iklim dan Hubungannya dengan Kejadian Infeksi Demam Dengue
Date
2023Author
Rahma, Kania Alifiandri
Hidayati, Rini
Hadi, Upik Kesumawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Demam dengue merupakan satu di antara penyakit endemik di Indonesia. Media penyebaran penyakit ini berupa serangga, yaitu nyamuk Aedes aegypti. Faktor iklim juga memengaruhi penyebaran demam dengue. Penelitian bertujuan mendapatkan informasi hubungan antara kepadatan nyamuk dengan suhu (T) dan curah hujan (CH) serta mendapatkan angka potensi kejadian penyakit demam dengue (DD) di Provinsi Jawa Barat tahun 2012-2021. Nilai potensi morbiditas (PMb) dihitung melalui konsep kapasitas vektor (C) berdasarkan faktor iklim yang berasal dari Persamaan transmisi potensial (TP). Penelitian ini menghasilkan nilai korelasi linear antara kepadatan nyamuk dengan curah hujan sebesar 0,468, nilai korelasi dengan suhu sebesar -0,275. Namun, hubungan keduanya tidak signifikan (p-value > 0,05). Analisis ini menghasilkan Persamaan man landing rate (LR) = -0,00003CH2 + 0,0184CH dengan menambahkan informasi suhu didapatkan pula LR = -39,6 + 0,0453CH + 1,335T – 0,000064CH2 untuk T > 25°C. Persamaan LR digunakan sebagai pengganti nilai man biting rate dalam persamaan kapasitas vektor. Nilai PMb tinggi di musim hujan dan rendah di musim kemarau. Nilai PMb tinggi pada umumnya menggambarkan tingginya peluang terjadinya infeksi demam dengue. Daerah urban (Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kota Bandung) memiliki nilai PMb yang lebih tinggi dibandingkan daerah rural.
