Proses dan jenis adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan waduk (kasus di desa Gilirejo Waduk Kedungombo Jawa Tengah)
View/ Open
Date
1994Author
Karsidi, Rawik
Budiman, Arif
Kana, Nico. L.
SMP. Tjondronegoro
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bermaksud mempelajari proses adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan waduk dan ingin mengetahui keterkaitan antara latar belakang penduduk dengan jenis adaptasinya terhadap kehadiran pembangunan waduk .Untuk itu maka studi memusatkan perhatian pada (1) kajian tentang proses adaptasi penduduk sebagai cara mengusahakan penyelesaian masalah- masalah yang timbul akibat hadirnya waduk baru, dan (2) kajian tentang faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi atau melatarbelakangi jenis adaptasi penduduk terhadap kehadiran pembangunan Waduk Kedungombo.
Untuk mencapai maksud tersebut digunakan teori dan konsep sebagai alat
bantu untuk mengarahkan proses penelitian. Teori tentang adaptasi terutama
digunakan konsep dari Merton ( 1967) dan yang telah mendapat kupasan dari banyak
ahli Indonesia. Konsep adaptasi yang digunakan terutama pembedaan jenis tipe
adaptasi seseorang, yaitu : (1) tindakan konformis (konformitas), (2) tipe
tindakan inovatif (inovasi), (3) tindakan
ritualisme ,(4) tindakan
retreatisme,dan (5) tindakan rebellion (pemberontak). Selain tipe yang pertama
sebutan untuknya adalah tipe nonkonformis. Kajian adaptasi selanjutnya dibatasi
penggunaannya sebagai usaha mencapai tujuan pengatasan masalah yang diakibatkan
oleh hadirnya Waduk Kedungombo yang perwujudan tindakannya dapat bersifat
konformis, inovatif, ritualis, dan berontak (rebellion) yang diduga terkait dengan
perbedaan latar belakang pemukimnya.
Penelitian ini diadakan di Desa Gilirejo, Kecamatan Miri, Kabupaten
Sragen, Jawa Tengah. Satuan pengamatan studi ini adalah kepala keluarga di 2 (dua) dukuh yang mewakili dua jenis pedukuhan ( lama dan baru ) dari dukuh-dukuh
di desa tersebut. Masing-masing yaitu (1) Dukuh Tanggulrejo yang merupakan
dukuh baru yang dihuni seluruhnya oleh penduduk pindahan korban WKO, dan (2)
Dukuh Gadeg yang merupakan dukuh lama yang dihuni oleh penduduk lama dan
sejumlah penduduk pindahan baru korban WKO. Sumber informasi studi ini adalah
semua KK ( = 56 orang ) yang berada di dua dukuh satuan pengamatan dan para
informan kunci di desa tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara
mendalam dan digunakan catatan lapangan. Selain itu hasil observasi dan
dokumentasi dijadikan sebagai data penunjang. Analisis data dengan mengunakan
dua pendekatan analisis, yaitu analisis deskriptip kwalitatif dan analisis deskriptip
kwantitatif. ...
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
