View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Multidiciplinary Program
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Perencanaan Lanskap Wisata Sejarah Berbasis Masyarakat di Desa Kamal Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Jawa Timur

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (634.2Kb)
      Fulltext (27.06Mb)
      Lampiran (5.633Mb)
      Date
      2023-08-11
      Author
      Violetta, Fransiska
      Makalew, Afra
      Budiarti, Tati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Jember merupakan salah satu daerah di Jawa Timur. Jember memiliki begitu banyak sumber daya yang difungsikan untuk tempat wisata. Namun, masih ada sumber daya yang dapat dijadikan sebagai kawasan wisata yang juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Jember memiliki visi untuk mengembangkan pariwisata, dan kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal dalam pembangunan berkelanjutan. Salah satu tempat potensial tersebut adalah Desa Kamal yang direncanakan oleh pemerintah setempat sebagai tujuan wisata berdasarkan nilai sejarah. Hal ini karena Kamal memiliki lanskap pedesaan dan situs megalitik yang dapat dikembangkan. Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk membuat rencana lanskap Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, sebagai kawasan wisata sejarah berbasis masyarakat dan juga sebagai tempat pembelajaran tentang era megalitikum. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi objek dan daya tarik wisata yang potensial untuk dikembangkan sebagai wisata sejarah berbasis masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari perencanaan, inventarisasi, analisis, sintesis, dan perencanaan lanskap. Hasil penelitian ini berupa peta perencanaan lanskap wisata sejarah berbasis masyarakat dan rencana program wisata disertai ilustrasi fasilitas wisata. Penelitian dilaksanakan menggunakan beberapa metode analisis terhadap data primer dan data sekunder, baik secara spasial maupun deskriptif. Analisis yang digunakan antara lain adalah analisis kondisi umum untuk melihat potensi dan kendala eksisting Desa Kamal jika akan direncanakan sebagai kawasan wisata sejarah berbasis masyarakat, analisis signifikansi sejarah untuk melihat nilai potensial benda cagar budaya yang ada di dalam desa jika ditawarkan sebagai objek wisata, analisis akseptabilitas masyarakat untuk mengetahui tingkat penerimaan masyarakat warga desa terhadap perencanaan wisata, analisis kesesuaian lahan untuk mengetahui lokasi mana saja yang sesuai dan tidak sesuai untuk dikembangkan, analisis persepsi dan preferensi untuk mengetahui penilaian terhadap kondisi yang sudah berjalan dan harapan warga Kabupaten Jember untuk perencanaan wisata kedepannya, analisis thermal humidity index untuk mengetahui tingkat kenyamanan untuk aktivitas wisata, dan daya dukung kawasan untuk mengetahui jumlah maksimal pengunjung demi mencegah terjadinya degradasi agar lingkungan dapat terus terjaga kelestariannya. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui luas Desa Kamal adalah 640.97 ha, yang terdiri dari 48.65% lahan persawahan, 30.08% tegalan, 3.57% perkebunan, dan 17.69% permukiman.Ketinggian Desa Kamal adalah 225 – 388 meter di atas permukaan laut. Dilalui oleh empat aliran Sungai (Curah Kangkong, Arjasa, Bacem, dan Metakan). Curah hujan termasuk dalam kategori sedang. Suhu udara rata-rata adalah 27oC dan kelembaban rata-rata 80%. Nilai thermal humidity index rata-rata adalah 25,9 yang masuk kategori nyaman. Vegetasi yang ditemukan adalah vegetasi pertanian seperti Oryza sativa, Saccharum officinarum, Coffea canephora, Zea mays, Brassica chinensis, dan Nicotiana tabacum. Tanaman tembakau menjadi komoditi khas di Desa Kamal dan tembakau merupakan komoditi dengan peranan penting bagi perekonomian Kabupaten Jember. Hal ini terlihat dari penamaan Jember sebagai Kota Tembakau.Vegetasi lainnya berupa penutup tanah, semak, perdu, dan pohon, seperti Tagetes patula, Samanea saman, Cocos nucifera, Swietenia mahagoni, dan Ceiba pentandra. Sirkulasi di Desa Kamal berupa sirkulasi primer dengan material aspal, jalur sekunder dengan material beton dan paving block, dan jalur tersier dengan material paving block dan tanah. Terdapat beberapa fasilitas berupa tiga fasilitas pendidikan, empat fasilitas kesehatan, dan delapan fasilitas peribadatan. Dari segi aspek masyarakat, penduduk Desa berjumlah 5.421 jiwa dengan 1.499 keluarga. Kelembagaan atau organisasi desa cukup aktif dengan keberadaan Badan Permusyawaratan Desa, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa, Karang taruna, Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, dan organisasi lainnya. Mayoritas mata pencaharian masyarakat adalah pertanian dengan presentase 82.97%. Kesenian dan kebudayaan yang dikenal dari Desa Kamal adalah Ritual Kadisah dan Ta’Butaan. Benda cagar budaya yang ditemukan berupa batu dolmen, menhir, kenong, lesung, peti kubur, batu tulis, dan batu empat arah mata angin. Untuk akseptabilitas masyarakat, 100% responden setuju terhadap perencanaan wisata. Pada perencanaan lanskap, konsep dasar yang diterapkan alah mengembangkan potensi nilai sejarah berupa benda megalitikum untuk dijadikan kawasan wisata sejarah. Konsep pengembangan berupa konsep ruang, konsep fasilitas dan aktivitas, konsep vegetasi, dan konsep sirkulasi. Pada perencanaan lanskap, rencana ruang terbagi menjadi ruang penerimaan, ruang pelayanan, ruang wisata, dan ruang konservasi. Rencana fasilitas direncanakan dalam bentuk fasilitas wisata utama dan pendukung. Aktivitas yang direncanakan berupa aktivitas aktif, semi aktif, dan pasif. Rencana vegetasi direncanakan berupa vegetasi estetik, vegetasi ameliorasi, dan vegetasi konservasi. Rencana sirkulasi berupa sirkulasi primer, sekunder, dan tersier. Rencana daya dukung kawasan wisata Desa Kamal adalah sebanyak 1351 wisatawan dalam satu kali kunjungan dan 3778 wisatawan dalam satu hari kerja. Area wisata yang direncanakan, terbagi dalam enam area yakni area A, B, C, D, E, dan F. Pada masing-masing area, terdapat fasilitas pelayanan dan wisata. Fasilitas yang dihadirkan antara lain adalah tempat parkir, kendaraan khusus wisata, gazebo, amphitheater, toilet, tempat ibadah, tempat menginap, dan tempat berbelanja. Rencana program wisata yang ditawarkan adalah paket satu hari dan dua hari atau menginap. Paket satu hari dibuat ke dalam tiga pilihan paket A, B, dan C. Sedangkan paket dua hari atau menginap memiliki dua pilihan yakni paket A dan B.
       
      Jember is one of the areas in East Java. Jember has so many resources that are used for tourist attractions. However, there are still resources that can be used as tourist areas, which can also improve the community's economy. Jember has a vision to develop tourism and economic activities based on local potential in sustainable development. One of these potential places is Kamal Village, which is planned by the local government as a tourist destination based on historical value. This is because Kamal has a rural landscape and megalithic sites that can be developed. The general objective of this research is to make a landscape plan for Kamal Village, Arjasa District, Jember Regency, East Java Province, as a community-based historical tourism area and also as a place for learning about the megalithic era. The specific objective of this study is to identify tourism objects and attractions that have the potential to be developed as community-based historical tourism. The methods used in this research consist of planning, inventory, analysis, synthesis, and landscape planning. The results of this study are community-based historical tourism landscape planning maps and tourism program plans accompanied by illustrations of tourist facilities. The research was carried out using several analytical methods on primary and secondary data, both spatially and descriptively. The analysis used includes analysis of general conditions to see the potential and existing constraints of Kamal Village if it is planned as a community-based historical tourism area, analysis of historical significance to see the potential value of cultural heritage objects in the village if offered as a tourist attraction, analysis of acceptability the community to find out the level of acceptance of the village community towards tourism planning, land suitability analysis to find out which locations are suitable and not suitable for development, analysis of perceptions and preferences to find out an assessment of current conditions and the expectations of Jember Regency residents for future tourism planning, analysis thermal humidity index to determine the comfort level for tourism activities, and the carrying capacity of the area to determine the maximum number of visitors in order to prevent degradation so that the environment can be maintained. Based on the research results, it is known that the area of Kamal Village is 640.97 ha, which consists of 48.65% rice fields, 30.08% dry fields, 3.57% plantations, and 17.69% settlements. The height of Kamal Village is 225–388 meters above sea level. It is traversed by four rivers (Curah Kangkong, Arjasa, Bacem, and Metakan). Rainfall is included in the moderate category. The average air temperature is 27 OC and the average humidity is 80%. The average thermal humidity index is 25.9, which is in the comfortable category. The vegetation found is agricultural vegetation such as Oryza sativa, Saccharum officinarum, Coffea canephora, Zea mays, Brassica chinensis, and Nicotiana tabacum. Tobacco plants are a typical commodity in Kamal Village, and tobacco is a commodity with an important role for the economy of Jember Regency. This can be seen from the naming of Jember as Tobacco City. Other vegetation is in the form of ground cover, shrubs, and trees, such as Tagetes patula, Samanea saman, Cocos nucifera, Swietenia mahagoni, and Ceiba pentandra. Circulation in Kamal Village is in the form of primary circulation with asphalt material, secondary routes with concrete material and paving block, and tertiary paths with paving block and natural soil. There are several facilities in the form of three educational facilities, four health facilities, and eight worship facilities. In terms of community aspects, the population of the village is 5,421 people with 1,499 families. Village institutions or organizations are quite active, with the existence of Village Consultative Councils, Village Community Empowerment Institutions, Youth Organizations, Empowerment and Family Welfare Activists, and other organizations. The majority of people's livelihoods are in agriculture, with a percentage of 82.97%. Art and culture known from Kamal Village are the Kadisah and Ta'Butaan Rituals. The objects of cultural heritage found were dolmen stones, menhirs, kenong, mortars, tomb coffins, slate, and stones in the four cardinal directions. For community acceptability, 100% of respondents agree with tourism planning. The basic concept applied is to develop potential historical values in the form of megalithic objects to be used as historical tourism areas. The concept of development includes the concept of space, the concept of facilities and activities, the concept of vegetation, and the concept of circulation. In landscape planning, the spatial plan is divided into a reception room, a service room, a tourism room, and a conservation room. The facility plan is planned in the form of main and supporting tourism facilities. The planned activities are in the form of active, semi-active, and passive activities. Vegetation plans are planned in the form of aesthetic vegetation, amelioration vegetation, and conservation vegetation. The circulation plan consists of primary, secondary, and tertiary circulations. The planned carrying capacity of the Kamal Village tourist area is as many as 1351 tourists in one visit and 3778 tourists in one working day. The planned tourist area is divided into six areas, namely areas A, B, C, D, E, and F. In each area, there are service and tourism facilities. The facilities presented include parking lots, special tourist vehicles, gazebos, an amphitheater, toilets, places of worship, places to stay, and places to shop. The tour program plans offered are one-day and two-day packages or overnight stays. The one-day package is divided into three package options, namely A (alternative 1), B (alternative 2), and C (alternative 3), meanwhile the two-day or overnight package has two options, namely packages A (alternative 4) and B (alternative 5).
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123895
      Collections
      • MT - Multidiciplinary Program [1955]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository