View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Economic and Management
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Analisis Efisiensi True Shallot Seed Terhadap Keuntungan Usahatani Bawang Merah

      Thumbnail
      View/Open
      Lampiran (218.2Kb)
      Fullteks (680.3Kb)
      Cover (397.3Kb)
      Date
      2023
      Author
      Fadzil, Muhammad Ivan
      Firdaus, Muhammad
      Tinaprilla, Netti
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Bawang Merah merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia karena budidaya bawang merah menjadi sumber penghasilan utama bagi usahatani di daerah pertanian. Hal ini didukung dengan infrastruktur pasar yang bagus dan tingginya permintaan konsumen. Permintaan yang tinggi dan produksi yang fluktuatif membuat bawang merah menjadi penyumbang inflasi nasional. Tingginya biaya pengadaan benih dan masalah degeneratif pada tanaman menjadi masalah yang menghadmbat produktivitas budidaya. Ketahanan suplai bawang merah di Indonesia menjadi krusial mengingat pengaruhnya terhadap harga-harga bahan pangan secara umum. Oleh sebab itu, pemerintah memperkenalkan benih biji bawang merah (true shallot seed) sebagai upaya meningkatkan produktivitas dengan biaya produksi rendah. Namun, kerumitan proses budidaya TSS juga menimbulkan biaya tambahan lainnya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisisensi pendapatan antara usahatani yang menggunakan TSS dengan umbi konvensional. Model translog-stochastic profit frontier dan efek inefisiensi digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi keuntungan di antara kedua kelompok usahatani. Penelitian dilakukan di 3 wilayah (Kabupaten) yaitu, Grobogan, Brebes dan Cianjur. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek inefisiensi yang berpengaruh nyata pada keuntungan kedua jenis usahatani. Namun, usahatani dengan benih umbi memiliki tingkat efisiensi keuntungan rata-rata 66%, lebih tinggi dari usahatani TSS, dengan efisiensi keuntungan hanya 60%. Usahatani yang menerapkan TSS lebih banyak mengalami kerugian dibandingkan usahatani dengan umbi. Hal ini disebabkan karena banyak kegagalan petani pada tahap pembibitan dan pemindahan tanaman serta terdapat pembedaan harga jual terhadap hasil panen tanaman TSS yang menurunkan tingkat keuntungan maksimum usahatani TSS. Adapun untuk perbedaan tingkat efisiensi keuntungan di antara usahatani, secara signifikan dipengaruhi oleh faktor usia, lama pengalaman bertani, lama pendidikan, status kepemilikan lahan budidaya.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/123850
      Collections
      • MT - Economic and Management [3203]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository