Pengembangan Agroforestri Atsiri dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal untuk Kemandirian Pesantren
Abstract
Kebijakan pembangunan di Jawa Barat dalam mendukung kewirausahaan
seluas-luasnya membuat pondok pesantren mengembangkan kemandiriannya
dengan produk yang disesuaikan dengan potensi dan keunikannya. Pondok
Pesantren Pertanian Darul Fallah (PP Dafa) yang didirikan sejak tahun 1960
memiliki sumber daya lahan pertanian yang besar dan kelembagaan usaha
pertanian. Hal ini menjadi potensi untuk mengembangkan sistem agroforestri
penghasil minyak atsiri dengan sumber daya lokal pesantren. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan sumber daya lokal PP Dafa dalam
mendukung pemanfaatan lahan berkelanjutan melalui sistem agroforestri ylang –
ylang dan serai wangi.
Penelitian terdiri atas dua bagian, yaitu pengomposan berbagai limbah
organik, serta pengaruh pemanfaatan kompos limbah organik lokal terhadap
pertumbuhan, hasil, dan perbaikan kualitas tanah pada sistem agroforestri antara
ylang – ylang dan serai wangi di PP Dafa. Penelitian pengomposan menggunakan
Rancangan Acak Lengkap dua faktor, yaitu faktor jenis limbah organik yang
dikomposkan dan faktor sumber dekomposer. Kombinasi kedua faktor tersebut
diulang sebanyak tiga ulangan sehingga menghasilkan 36 satuan percobaan.
Sementara penelitian kedua menggunakan rancangan petak terpisah (split plot
design). Petak utama adalah pola tanam, sedangkan anak petak adalah jenis pupuk
Kombinasi perlakuan diulang sebanyak tiga ulangan sehingga menghasilkan 30
satuan percobaan. Pengamatan penelitian pertama meliputi karakter bioenzim dan
bahan yang dikomposkan, dinamika selama pengomposan, dan karakter kompos
yang dihasilkan, sedangkan pengamatan penelitian kedua meliputi pengamatan
pada tanah dan performa tanaman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber daya lokal PP Dafa memiliki
potensi yang besar untuk dimanfaatkan. Bioenzim dari limbah belimbing dapat
digunakan sebagai dekomposer pengomposan limbah padat organik. Kompos
yang dihasilkan juga memiliki kandungan hara makro yang lengkap seperti N, P,
K, Ca, dan Mg, serta kelimpahan bakteri pelarut fosfat hingga 123,88 x 107 CFU
per mL. Kompos yang dihasilkan tersebut dapat mendukung pengembangan
agroforestri dengan meningkatkan kualitas tanah, pertumbuhan, dan hasil
tanaman.
Kombinasi perlakuan antara pola tanam dengan jarak tanam serai wangi 100
cm x 100 cm dan kompos kotoran sapi merupakan kombinasi terbaik yang
meningkatkan kualitas tanah dan pertumbuhan, serta hasil tanaman. Kombinasi
keduanya dapat meningkatkan pH tanah hingga 38,96%, meningkatkan hara
makro tanah hingga 2,6 kali, serta kolonisasi mikoriza pada akar tanaman.
Pengaruh interaksi keduanya secara nyata meningkatkan diameter tajuk serai
wangi dan kualitas minyak sitronela yang dihasilkan.
Collections
- MT - Forestry [1541]
