Pemanfaatan tanaman sela dan pemberian dolomit pada lahan pasca replanting di perkebunan kelapa sawit rakyat
Abstract
Kelapa sawit memiliki peranan potensial yang sangat strategis sebagai
sumber pendapatan masyarakat serta mampu menyerap tenaga kerja baru.
Peremajaan atau replanting merupakan pergantian tanaman tua yang tidak produktif
dengan tanaman yang baru. Peremajaan menjadi sangat penting untuk
memaksimalkan produksi di tengah isu keterbatasan areal. Sistem peremajaan
tumpang sari yaitu salah satu sistem peremajaan dengan menumbang habis tanaman
yang tua dan menggantinya dengan tanaman baru serta menanam tanaman pangan.
Pemanfaatan areal gawangan di antara sawit ini dapat dijadikan jalan keluar
terhadap kekurangan lahan pertanian tanaman pangan dalam mendukung kebijakan
pemerintah melalui program swasembada pangan nasional, yaitu program Pajale
(padi, jagung dan kedelai). Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan
sistem pertanian tanaman sela melalui sistem tumpang sari diantara tanaman kelapa
sawit belum menghasilkan, (2) memperoleh informasi jenis tanaman sela yang
toleran pada areal tanaman kelapa sawit belum menghasilkan umur satu tahun, dan
(3) mempelajari pengaruh tanaman sela terhadap emisi gas CO2 di perkebunan
kelapa sawit.
Penelitian ini dilaksanakan di areal replanting perkebunan kelapa sawit
rakyat Desa Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, Provinsi Riau,
mulai bulan Mei 2017 sampai November 2017. Rancangan yang digunakan adalah
rancangan petak terpisah dengan tiga ulangan. Petak pertama adalah jenis tanaman
terdiri atas empat jenis, yaitu : jagung, kedelai, cabai dan terung. Anak petak adalah
pemupukan terdiri atas dua taraf, yaitu : tanpa pemberian dolomit dan pemberian
dolomit dengan dosis 2,5 ton ha-1
.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dolomit pada tanaman
terung nyata memengaruhi pada parameter umur berbunga, umur berbuah, lebar
kanopi, jumlah cabang, panjang buah, diameter buah dan bobot per buah.
Pertumbuhan tanaman kelapa sawit dengan beberapa tanaman sela nyata
memengaruhi pada tinggi tanaman dan lebar kanopi. Tanaman kelapa sawit yang
ditanami dengan tanaman sela kedelai nyata menurunkan emisi gas karbondioksida.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
