Kajian Ragam Tanaman dan Estetika pada Vertical Greenery di Kota Pekanbaru Riau
Date
2023Author
Mutmaini, Leny Faridhotul
Budiarti, Tati
Nasrullah, Nizar
Metadata
Show full item recordAbstract
Penambahan jumlah penduduk di wilayah perkotaan semakin meningkat, yang berpengaruh pada pembangunan dan mengakibatkan perubahan pada penggunaan lahan serta alih fungsi lahan. Akibatnya ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekanbaru mengalami penurunan dan tidak sebanding dengan pembangunan yang terjadi. Saat ini peningkatan suhu di daerah perkotaan disebabkan oleh penggantian vegetasi alami dengan bangunan, trotoar dan struktur lainnya. Vertical greenery yang ada di Kota Pekanbaru sangat sulit di temukan karna masyarakat belum banyak yang mengenal berbagai manfaat dan kegunaan Vertical greenery dengan lahan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis ragam tanaman pada vertical greenery yang ada di Kota Pekanbaru, apakah keberadaannya saat ini dapat meningkatkan estetika perkotaan, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan bagaimana kondisinya sekarang.
Penelitian ini dilaksanakan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau pada bulan Januari hingga September 2021. Metode yang digunakan adalah analisis Shannon Wiener yang terdiri dari frekuensi, kelimpahan, dominansi, indeks nilai penting (INP), keanekaragaman jenis tanaman dan Scenic Beauty Estimation (SBE) yang bertujuan untuk menggali persepsi dan preferensi seputar vertical greenery melalui survei kuesioner online. Berdasarkan hasil analisis ragam tanaman di Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa total spesies tanaman yang ditemukan berjumlah 27 ragam, dengan frekuensi relatif terbesar Chlorophytum comosum (Thunb.) Jacques senilai 10,3%. Kelimpahan terbesar, dominansi relatif dan INP tertinggi dimiliki oleh spesies Microsorum punctatum dengan nilai sebesar 32,4. INP menggambarkan spesies yang paling dominan dan berperan dalam ekosistemnya secara menyeluruh.
The increase in population in urban areas is increasing, which affects development and results in changes in land use and land-use change. As a result, the availability of Green Open Space (RTH) in Pekanbaru City has decreased and is not proportional to the development that is taking place. Currently, the increase in temperature in urban areas is caused by the replacement of natural vegetation with buildings, sidewalks and other structures. Vertical greenery in Pekanbaru City is very difficult to find because not many people are familiar with the various benefits and uses of Vertical greenery with limited land. This study aims to examine and analyze the variety of plants in vertical greenery in Pekanbaru City, whether its current existence has been able to improve urban aesthetics, can be felt directly by the community and what is its current condition.
This research was conducted in Pekanbaru City, Riau Province from January to September 2021. The method used was the Shannon Wiener frequency which consisted of analysis frequency, dominance, important value index (INP), plant species diversity and Scenic Beauty Estimation (SBE) which aims to find out preferences about vertical greenery through online surveys. Based on the results of the analysis of plant diversity in Pekanbaru City, it showed that the total plant species found were 27 varieties, with the largest frequency of Chlorophytum comosum (Thunb.) Jacques at 10.3%. The largest abundance, relative dominance and the highest INP belonged to the species Microsorum punctatum with a value of 32.4. INP describes the most dominant species and plays a role in the ecosystem as a whole.
Collections
- MT - Agriculture [4039]
