Tingkat Kesejahteraan Nelayan Jaring Rampus (Drift Gillnet) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Karangantu Banten
Abstract
Hasil tangkapan yang didapatkan oleh nelayan tidak selalu sama dalam
setiap trip penangkapan, tidak jarang nelayan mendapatkan hasil tangkapan
sedikit. Hasil tangkapan mempengaruhi besar kecilnya pendapatan nelayan.
Pendapatan nelayan yang tidak pasti menyebabkan nelayan mengalami kesulitan
ekonomi dan berdampak terhadap tingkat kesejahteraan nelayan. Tujuan
penelitian ini adalah mendeskripsikan kegiatan perikanan jaring rampus,
mengklasifikasikan tingkat kesejahteraan nelayan jaring rampus, dan menganalisis
pengaruh pendapatan nelayan terhadap kesejahteraan nelayan jaring rampus di
PPN Karangantu. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode
observasi dan wawancara. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan
analisis kesejahteraan menurut indikator BKKBN, dan analisis regresi linier
sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan perikanan jaring
rampus di PPN Karangantu menggunakan ukuran kapal 2-5 GT dengan ikan hasil
tangkapan yang dominan yaitu ikan kembung dan pendapatan nelayan jaring
rampus yang diperoleh dalam satu kali trip melaut sebesar Rp499.000,- hingga
Rp2.729.688,-. Nelayan jaring rampus di PPN Karangantu termasuk kedalam
kategori Keluarga Pra Sejahtera sebesar 9%, Keluarga Sejahtera I sebesar 63%,
dan Keluarga Sejahtera II sebesar 28%. Pendapatan memiliki pengaruh sebesar
16% terhadap kesejahteraan dan 84% nya dipengaruhi faktor lain. The catches obtained by fishers are not always the same in every fishing trip,
it is not uncommon for fishers to get small catches. The catch affects the size of
the fisher’s income. Uncertain fisher’s income causes fishers to experience
economic difficulties and has an impact on the level of fishers welfare. The
purpose of this research is to describe drift gillnet fishing activities, classify the
level of welfare of drift gillnet fishers, and analyze the effect of fisher’s income on
the welfare of drift gillnet fishers in PPN Karangantu. Data collection methods
used are observation and interview methods. Data were analyzed using descriptive
analysis, and welfare analysis according to BKKBN indicators, and simple linear
regression analysis. The results of this study indicate that drift gillnet fishery
activities in PPN Karangantu use a boat size of 2-5 GT with the dominant catch of
fish, namely mackerel and drift gillnet fishers income earned in one trip to sea of
IDR499.000,- until IDR2.729.688,-. Drift gillnet fishers in Karangantu PPN are
included in the Pre-Prosperous Family category by 9%, Prosperous Family I by
63%, and Prosperous Family II by 28%. Income has an influence of 16% on
welfare and 84% of it is influenced by other factors.
