Pengetahuan Dokter Hewan Karantina di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok Tentang Penyakit Peste des Petits Ruminants
Date
2023Author
Bangsawan, Alfathurahman Andry
Lukman, Denny Widaya
Winarto, Adi
Metadata
Show full item recordAbstract
Peste des petits ruminants (PPR) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus menyerang hewan ruminansia, terutama ruminansia kecil seperti domba dan kambing. Penyakit PPR telah masuk ke dalam penyakit hewan menular strategis (PHMS) yang belum ada di wilayah Indonesia. Karantina hewan berperan dalam pencegahan penyakit hewan menular eksotik, sehingga dokter hewan karantina perlu memiliki pengetahuan tentang penyakit eksotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dokter hewan karantina terhadap PPR. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dengan bentuk Google form kepada dokter hewan karantina di Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. Hasil kuesioner yang sudah dijawab oleh responden lalu dianalisis dengan bantuan software Microsoft excel dan SPSS for Windows. Uji yang dilakukan adalah uji Fisher exact untuk melihat hubungan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan responden. Hasil studi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (80,6%) masuk ke dalam kategori tingkat pengetahuan sedang, lalu tingkat pengetahuan rendah (13,9%), dan tingkat pengetahuan tinggi (5,6%). Hasil uji Fisher exact menyatakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara karakteristik responden dengan tingkat pengetahuan. Studi ini mengindikasikan masih diperlukannya peningkatan pengetahuan tentang PPR untuk meningkatkan kinerja dokter hewan karantina. Peste des petits ruminants (PPR) is a disease caused by virus that infects ruminants, especially small ruminants such as sheep and goat. PPR has been categorized as strategic animal infectious disease that does not yet exist in Indonesia. Animal quarantine plays a role in preventing exotic animal infectious diseases, so quarantine veterinarians need to have knowledge on exotic diseases. This study aimed to determine the level of knowledge of quarantine veterinarians on PPR. This research was conducted with interview to quarantine veterinarians using questionnaires (Google form) at Balai Besar Karantina Pertanian Tanjung Priok. The results of the questionnaire that had been answered by respondents were analysed using Microsoft excel software and SPSS for Windows. Fisher exact test was applied to describe the relationship between the characteristics of respondents and the level of the respondent’s knowledge. The study showed that most respondents (80,6%) were categorized in moderate knowledge level, meanwhile the low level of knowledge were 13,9%, and the high level of knowledge were 5,6%. Furthermore, there was no significant relationship between respondent characteristics and knowledge level in this study. This study indicated that there is a need to increase the knowledge on PPR to improve the performance of quarantine veterinarians.
