Toleransi beberapa galur/varietas kedelai (Glycine max (L) Merrill) terhadap pH rendah dan kandungan aluminium yang tinggi
View/ Open
Date
1994Author
Rustianti, Sri
M. Jusuf
Sopandie, Didy
Harran, Said
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya
adaptasi galur/varietas kedelai terhadap kondisi pH rendah
dan aluminium tinggi pada lingkungan tumbuh.
Penelitian dilakukan dalam dua tahap percobaan.
Penelitian tahap pertama adalah penetapan konsentrasi
aluminium dan tahap kedua penyaringan galur/varietas untuk
daya adaptasi terhadap pH rendah dan Al tinggi.
Penentuan tingkat toleransi atau tingkat kepekaan
dilakukan dengan melihat perbedaan nilai tanaman pada
kondisi normal (pH 6.0 tanpa Al) dengan nilai tanaman pada
kondisi stres (pH 4.0 atau Al 1.5 mM) dan diuji dengan tstudent.
Tanaman disebut toleran jika t-hitung < t-tabel
15 persen; Sangat peka jika t-hitung > t-tabel 2.5 atau
0.5 persen; dan diluar kriteria tersebut tanaman dianggap
kelompok yang peka. Selain itu penentuan galur/varietas
yang toleran dan yang peka terhadap Al tinggi juga
didasarkan pada pengamatan gejala kerusakan akar secara
visual dengan skoring 1-4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi Al 1.5
mM dapat ditetapkan sebagai konsentrasi Al yang efektif
untuk menyaring galur/varietas kedelai yang toleran dan
yang peka terhadap Al tinggi, berdasarkan pada tidak
adanya perbedaan antara konsentrasi Al 1.5 mM dengan
konsentrasi Al 3.0 mM, sedangkan pada konsentrasi 1.5 mM
sudah terlihat keragaman antar galur/varietas.
Hasil pengamatan morfologi menunjukkan, pada pH
rendah pertumbuhan akar terhambat. Akar primer pendek,
akar lateral dan bulu akar sedikit dan pendek, berwarna
putih kekuningan yang pada akhirnya membusuk dan lembek.
Keadaan ini menghasilkan bagian atas tanaman yang tumbuh
kerdil, daun berwarna hijau pucat yang lama kelamaan
berwarna kuning dan gugur. Sedangkan akibat aluminium,
pertumbuhan akar primer menebal, pendek dan melengkung.
Tudung akar hancur, akar berwarna kecoklatan, akar lateral
memendek dan membesar. Pada konsentrasi Al tinggi akar
lateral tidak terbentuk, hanya terlihat bintik-bintik
berwarna coklat kehitaman yang menempel pada akar primer,
pembentukan bulu akar terhalang dan pada akhirnya
menghasilkan pertumbuhan bagian atas lebih pendek, kurus,
berwarna hijau keunguan dan keras serta daun-daun berwarna
hijau kebiruan. ..
Collections
- MT - Agriculture [4011]
