Evaluasi Aplikasi Probiotik Tunggal dan Multispesies untuk Pencegahan Motile Aeromonads Septicemia pada Ikan Gurami (Osphronemus goramy)
Date
2023-07Author
Untsa, Agista Tsani
Yuhana, Munti
Widanarni, Widanarni
Sukenda, Sukenda
Metadata
Show full item recordAbstract
Indonesia adalah negara produsen ikan gurami yang produksinya mewakili lebih dari 98% total produksi di dunia. Namun dalam beberapa tahun terakhir produksi ikan gurami mengalami penurunan yang diakibatkan oleh penyakit motile aeromonads septicemia (MAS). Penyebab MAS diakibatkan oleh bakteri Aeromonas hydrophila sebagai bakteri patogen oportunistik, yang menyerang ketika inang dalam kondisi sistem kekebalan tubuh rendah. Infeksi MAS memiliki pola kematian akut, yang dapat menyebabkan kematian ikan secara massal dan dalam kurun waktu yang singkat. Penanganan yang umum dilakukan dengan pemberian antibiotik. Pemberian antibiotik dapat memicu bakteri resistan terhadap antibiotik, terjadi kerusakkan lingkungan, terjadi bioakumulasi pada produk akuakultur, bahaya keamanan pangan, dan musnahnya mikroorganisme penting non patogenik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif lain yang dapat menghambat infeksi MAS pada ikan gurami.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aplikasi probiotik tunggal dan multispesies dalam upaya pencegahan penyakit MAS pada ikan gurami. Penelitian terdiri atas pengujian penghambatan bakteri probiotik tunggal dan multispesies terhadap bakteri A. hydrophila RifR (uji kultur bersama) secara in vitro, dilanjutkan dengan pengujian probiotik secara in vivo. Uji in vitro, terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan, yaitu: (A) Kontrol positif: kultur hydrophila RifR, BA: kultur bersama bakteri Bacillus NP5 RifR dan A. hydrophila RifR, LA: kultur bersama
bakteri L. plantarum CipR dan A. hydrophila RifR, BLA: kultur bersama bakteri Bacillus NP5 RifR dan L. plantarum CipR, dan A. hydrophila RifR. Hasil uji in vitro menunjukkan bahwa bakteri probiotik tunggal dan multispesies dapat menghambat pertumbuhan sel A. hydrophila RifR secara signifikan (p<0,05). Hal ini ditandai dengan tingginya bakteri total A. hydrophila RifR perlakuan A (8,35 ± 0,28 log CFU/mL), kemudian diikuti dengan perlakuan BA (2,70 ± 0,36 log CFU/mL), LA (2,46 ± 0,18 log CFU/mL), dan BLA (1,71 ± 0,56 log CFU/mL).
Uji in vivo, terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu: (K-) pakan komersial yang diberikan tanpa penambahan probiotik dan diinjeksi PBS; (K+) pakan komersial yang diberikan tanpa penambahan probiotik, dan diinfeksi A.hydrophila RifR; (B) pakan komersial dengan penambahan probiotik Bacillus NP5 RifR 1% (v/m) dan diinfeksi A. hydrophila RifR; (L) pakan komersial dengan penambahan probiotik L. plantarum CipR 1% (v/m) dan infeksi A. hydrophila RifR; (BL) pakan komersial dengan penambahan kombinasi Bacillus NP5 RifR 0,5% dan L. plantarum CipR 0,5% (v/m) serta diinfeksi A. hydrophila RifR.
Hasil penelitian menunjukkan, setelah 50 hari aplikasi probiotik, dilakukan perhitungan kinerja pertumbuhan, dan didapatkan nilai TKH sebesar 100,00 ± 0,00% pada semua perlakuan. Nilai LPS tertinggi pada perlakuan BL 1,95 ± 0,06 %/hari kemudian diikuti oleh B 1,76 ± 0,04 %/hari dan L 1,72 ± 0,06 %/hari lebih tinggi secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol 1,55 ± 0,06 %/hari. Nilai RKP terendah pada perlakuan BL 1,61 ± 0,03 kemudian diikuti oleh B 1,79 ± 0,13 dan L 1,84 ± 0,05 lebih rendah secara signifikan (p<0,05) dibandingkan dengan kontrol 2,15 ± 0,10.
Hasil pengukuran respons imun perlakuan aplikasi probiotik tunggal dan multispesies dapat memodulasi respons imun dan meningkatkan resistansi ikan gurami terhadap A. hydrophila RifR. Nilai TE, HK, dan HB tertinggi setelah aplikasi probiotik dan pascainfeksi A. hydrophila pada perlakuan BL. Nilai TL, AF, RB, dan AL tertinggi setelah aplikasi probiotik pada perlakuan BL. Sedangkan hasil pascainfeksi A. hydrophila nilai tertinggi parameter TL pada perlakuan B, parameter AF, RB, dan AL tertinggi didominasi oleh kontrol, perlakuan B, L, dan BL cenderung stabil dan mulai mengalami penurunan yang menandakan ikan dalam masa recovery.
Hasil kelimpahan sel bakteri A. hydrophila di organ hati dan ginjal, terendah pada perlakuan BL. Hasil histopatologi organ hati dan ginjal menunjukkan tingkat kerusakan yang lebih rendah pada perlakuan probiotik dibandingkan dengan
perlakuan kontrol. Rendahnya kelimpahan sel bakteri A. hydrophila dan kerusakan pada jaringan hati dan ginjal, dapat meningkatkan kelulushidupan ikan gurami setelah aplikasi probiotik. Perlakuan tertinggi BL (96,67 ± 5,77%) kemudian diikuti oleh perlakuan L (83,67 ± 5,77%) dan B (83,33 ± 5,77%), lebih tinggi (p<0,05) dibandingkan K(+) (43,33 ± 5,77%). Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa aplikasi probiotik tunggal dan multispesies pada pakan dapat meningkatkan kinerja pertumbuhan, dan meningkatkan resistansi ikan gurami terhadap bakteri patogen A.hydrophila dengan hasil terbaik pada perlakuan BL probiotik multispesies.
Collections
- MT - Fisheries [3223]
