Gambaran Kepucatan Mukosa pada Domba saat Kondisi Anemia Buatan sebagai Padanan Anemia akibat Haemonchosis
Abstract
Haemonchosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit
Haemonchus contortus. Cacing ini menghisap darah pada domba sehingga
menimbulkan anemia. Domba yang digunakan merupakan domba model
haemonchosis untuk meneliti fenomena biologisnya. Penelitian dilakukan pada 20
ekor domba, 10 ekor domba sebagai domba kontrol dan 10 ekor domba lainnya
sebagai domba perlakuan. Domba perlakuan dilakukan pengambilan darah secara
berkala selama 3 hari untuk menciptakan kondisi anemia. Foto mukosa domba dan
pengambilan sampel hematologi darah dilakukan pada hari pertama dan hari ketiga.
Mukosa konjungtiva dan gusi domba kontrol normal konsisten sedangkan pada
domba perlakuan mengalami kepucatan, Nilai red, green, blue atau (RGB) H1 dan
H3 domba kontrol tidak berbeda nyata sedangkan nilai RGB domba perlakuan
terdapat perbedaan nyata. Nilai saturasi oksigen domba kontrol relatif konsisten
sedangkan nilai saturasi oksigen domba perlakuan mengalami penurunan.
Hematologi domba mengindikasikan adanya anemia karena nilai RBC, Hb, dan
PCV berada di bawah nilai normal. Pengujian independent T test pada semua
variabel menyatakan bahwa perbedaan nyata (p<0,05) terjadi pada variabel saturasi
oksigen, Hb, nilai Red (R) konjungtiva, dan nilai Red (R) gusi. Haemonchosis is a disease caused by Haemonchus contortus worms. These
worms suck blood from sheep and cause anemia. The haemonchosis model sheep
is a sheep that can imitate a condition in an animal suffering from haemonchosis to
research its biological phenomena. The study was conducted on 20 sheep. Sheep
were divided into control and treatment groups. The treated sheep were subjected
to periodic blood sampling for 3 days to create anemia. Photos of the sheep's gums
and conjunctiva and blood collection were taken on the first and third days. The
conjunctival mucosa and gums of the control sheep were consistently normal while
the treated sheep encountered mucosal paleness. Red, green, blue (RGB) values of
the control sheep were not significantly different, while the treated sheep's RGB
values had a significant difference between H1 and H3. Oxygen saturation value of
the control sheep was relatively consistent, while the oxygen saturation value of the
treated sheep decreased. The sheep's hematology indicates anemia because the RBC,
Hb and PCV values are below normal. Independent T test on all variables stated
that significant differences (p <0,05) occurred in oxygen saturation, Hb,
conjunctival Red (R), and gum Red (R).
