Analisis Perubahan Cuaca dan Resiliensi Masyarakat terhadap Fenomena Embun Beku (Frost) di Desa Dieng Kulon, Banjarnegara
Abstract
Fenomena embun beku di Desa Dieng Kulon Banjarnegara terjadi setiap tahun yang berdampak pada bidang pertanian. Studi ini bertujuan menganalisa pola perubahan cuaca yang terjadi sebelum hingga terjadinya embun beku, mengidentifikasi kerentanan embun beku di wilayah kajian, dan mengetahui resiliensi masyarakat terhadap fenomena embun beku. Hasil analisis menunjukkan pola perubahan parameter suhu mengalami penurunan tren dan mencapai suhu 0,7℃ hingga -3,43℃ saat terjadinya embun beku. Parameter kelembapan relatif dan tekanan udara mengalami kenaikan dengan nilai kelembapan relatif mencapai 100% dan tekanan udara berada pada rentang 795-798 mBar/hPa. Wilayah kajian yang rentan terhadap embun beku berada pada lahan pertanian yang datar dengan jarak >100meter dari badan air. Upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi kerugian mencakup proses mitigasi atau sebelum kejadian dengan menutup lahan menggunakan jarring/mulsa, saat terjadinya embun beku dengan menyiram air, dan setelah terjadinya embun beku dengan memanen kentang lebih awal. Adaptasi yang telah dilakukan petani untuk mengurangi kerugian akibat embun beku yaitu dengan mengganti tanggal tanam dan komoditas tanam. Fenomena embun beku menyebabkan kerugian bagi petani kentang. Masyarakat Dieng Kulon memiliki tingkat resilien tinggi terhadap fenomena embun beku dibuktikan dengan Upaya mitigasi dan adaptasi yang telah dilakukan.
