Manajemen Pemanenan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di PT Kalianusa, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Date
2023Author
Umamayse, Amalia
Sudradjat, Sudradjat
Agusta, Herdhata
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan penghasil devisa negara yang berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Selain penguatan devisa, sektor perkebunan sawit juga salah satu sektor yang membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Upaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas kelapa sawit dapat dilakukan dengan perbaikan manajemen produksi melalui kegiatan pemanenan yang baik. Kegiatan magang dilaksanakan di PT Kalianusa, Kutai Timur, Kalimantan Timur bertujuan untuk mengamati perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, dan evaluasi panen. Data pengamatan dianalisis secara kuantitatif lalu uji komparasi menggunakan t-student pada taraf 5 % untuk dibandingkan dengan norma baku. Kegiatan pemanenan di PT Kalianusa berjalan cukup baik, persiapan panen yang terstruktur, cara panen yang baik dan taksasi produksi dengan selisih rata-rata di bawah 5 %. Walaupun demikian beberapa hal masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan seperti nilai sortasi panen yang rendah dan penggunaan APD yang belum maksimal. Oil palm is a foreign exchange-earning plantation crop that plays an
important role in the Indonesian economy. In addition to strengthening foreign exchange, the oil palm plantation sector is also one of the sectors that requires quite a lot of labor. Efforts to increase oil palm production and productivity can be done by improving production management through good harvesting activities. The internship was conducted at PT Kalianusa, East Kutai, East Kalimantan to observe harvest planning, implementation, organization, and evaluation. Observational data was analyzed quantitatively and then a comparative test using t-student at the
5% level to be compared with the standard norm. Harvesting activities at PT Kalianusa are running quite well, structured harvest preparation, good harvesting methods, and estimated production with an average difference below 5%. However, some things still need to be improved and increased such as the low harvest sorting
value and the use of PPE that has not been maximized.
