Pengembangan sifat fungsional tapioka dengan oksidasi menggunakan natrium hipoklorit
View/ Open
Date
1992Author
Armaini
Fardiaz, Dedi
Syarief, Rizal
Kadarisman, Darwin
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan
sifat fisiko kimia dan fungsional dari pati tapioka yang
telah dimodifikasi dengan metoda oksidasi. Tapioka
teroksidasi dapat diperoleh dengan mengoksidasi tapioka
menggunakan larutan Natrium 1-Iipoklorit, proses ini sangat
tergantung pada konsentrasi NaHOCl, suhu dan pH.
Pembuatan tapioka teroksidasi dilalrnkan dengan
variasi NaHOCl 600 ml (824.4 mg) yang diberi label Aldan
800 ml (1099.2mg) diberi label A2 untuk berat tapioka 400
g. Untuk variasi suhu dilakukan pada 50°c (Bl) dan 60°c
dan variasi pH 6.0, 7.0 dan 8.0, dengan pengaturan pH
menggunakan Na!-IC03.
Tapioka yang diperoleh mempunyai sifat-sifat yang
berbeda dengan tapioka yang belum dimodifikasi (pati
murni), perbedaan ini terlihat dari penampakan fisiknya
seperti warna tapioka menjadi lebih cerah dan dari sifat
fisiko kimianya terlihat dari bentuk gel yang transparan
dan viskositas yang rendah dibandingkan dengan tapioka
yang belum dimodifikasi.
Dari penampakan mikroskopik tapioka
masih mempunyai sifat birefringence, ini disebabkan kadar
Amilopektin berperan dalam pembentukan daerah kristal
Esity teroksidasi amilopektin pada tapioka teroksidasi masih cukup tinggi. yang memberikan sifat birefringence. Bila dilihat dari bentuk granula tapioka teroksidasi hanya terjadi sedikit kerusakan yaitu terdapat celah pada daerah hilum tapioka teroksidasi. dari Hal ini disebabkan aktivitas oksidasi hanya pada bagian dalam pada tempat tertentu yaitu pada bagian bukan kristal. ..
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
