Efektivitas bakteri pelarut fosfat dalam kompos terhadap peningkatan serapan P dan efisiensi pemupukan P pada tanaman jagung
View/ Open
Date
1992Author
Buntan, Agustina
Anas, Iswandi
Idris, Komaruddin
Gunarto, Lukman
Metadata
Show full item recordAbstract
Masalah utama pemupukan P pada lahan
ketersediaannya untuk tanaman yang rendah
pupuk P yang tinggi sehingga tanah-tanah
kering
dan
yang
adalah
fiksasi
intensif
ditanami menjadi kurang tanggap terhadap pemupukan P. Hal
ini diduga karena P tersedia di dalam tanah sudah melebihi
kebutuhan untuk tanaman akibat sejumlah residu pupuk P
yang sudah diberikan selama bertahun-tahun. Untuk
meningkatkan efisiensi pemupukan P diupayakan agar residu
P tersebut dapat dimanfaatkan oleh tanaman. Apabila
residu P tersebut dapat dimanfaatkan, maka akan memberi
peluang untuk dikuranginya atau meniadakan pemupukan P
untuk beberapa kali musim tanam.
Untuk mengungkapkan masalah di atas telah dilakukan
penelitian ·penggunaan bakteri pelarut fosfat yang
dikombinasikan dengan penggunaan kompos kota dan pupuk TSP
dengan tanaman jagung sebagai tanaman uji.
Penelitian merupakan percobaan rumahkaca yang menggunakan
tanah Latosol Darmaga (Oxic Dystropept) dengan
perlakuan tanpa bakteri, Enterobacter gergoviae, dan
Pseudomonas putida. Tiga level kompos dan pupuk P masingmasing
o, 20, dan 40 gram kompos per pot serta o, 19.6,
dan 39.2 ppm P per pot.
Tujuan penelitian adalah: (1) mempelajari kemampuan
bakteri dalam melarutkan P dan meningkatkan serapan P
oleh tanaman jagung, (2) mempelajari peranan kompos dalam
membantu bakteri pelarut fosfat untuk meningkatkan
pertumbuhan dan bobot kering tanaman jagung, dan (3)
mempelajari efisiensi pemupukan fosfat dan penggunaan
kompos sehubungan dengan inokulasi bakteri pelarut fosfat. ...
Collections
- MT - Agriculture [4005]
