Penerapan Kejut Suhu Panas Dua Kali (Double Heat Shock) dalam Tetraploidisasi Ikan Cupang Betta splendens
View/ Open
Date
2019Author
Ardiansyah, Arif Rahmat
Alimuddin
Maulana, Fajar
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi ikan triploid (3N) secara massal dengan metode kejut (shock)
tidak efisien karena ikan triploid yang dihasilkan tidak maksimal. Salah satu
alternatif yang dapat digunakan yaitu dengan memijahkan induk ikan tetraploid
(4N) dengan induk ikan diploid (2N). Metode induksi ikan tetraploid hampir sama
seperti triploidisasi. Perbedaan terletak pada fase kejut yaitu tetraploidisasi saat
mitosis I, sedangkan triploidisasi saat meiosis II. Pada penelitian ini, dilakukan
optimalisasi metode dengan menggunakan jumlah kejut sebanyak dua kali (double
shock). Ikan cupang Betta splendens digunakan sebagai model dalam penelitian
ini. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan suhu (heat shock) optimum
dalam menghasilkan individu ikan cupang B. splendens tetraploid dengan metode
double shock. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap
dengan 3 pelakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari K (tanpa kejut suhu), H39
(kejut I 39 °C selama 30 detik dan kejut II 39 °C selama 30 detik) dan H41 (kejut
I 41 °C selama 30 detik dan kejut II 41 °C selama 30 detik). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa perlakuan H39 dan H41 dapat menghasilkan ikan cupang B.
splendens tetraploid dengan jumlah nukleolus maksimal 3 dan 4 dengan hasil
persentase tetraploid 73,33% dan 86,67%.
