View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - School of Veterinary Medicine and Biomedical Science
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Potential of Horse Hair as Non Absorbable Monofilament Suture

      Thumbnail
      View/Open
      Cover (846.5Kb)
      Fulltext (1.055Mb)
      Lampiran (379.1Kb)
      Date
      2023-07-10
      Author
      Natumaran, Praveena
      Subangkit, Mawar
      Noviana, Deni
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penggunaan bahan jahit alami seperti rumput, rami, benang kapas, rambut, tendon, benang sutra, kepala kumbang atau semut, dan usus hewan oleh manusia purba menunjukkan bahwa mereka mengakui manfaat dari penutupan luka. Penelitian ini bertujuan mempelajari sifat dan potensi rambut kuda sebagai bahan jahitan untuk menimbulkan reaksi pada kulit. Jahitan polypropylene digunakan sebagai kontrol. Rambut kuda yang dikumpulkan dari dua kuda betina disterilkan dan dianalisis ukuran diameter beserta kekuatannya. Respon penolakan inang dari kedua jenis jahitan diperiksa. Sembilan ekor mencit digunakan dalam penelitian ini. Sayatan kecil dibuat di dada bagian atas, dan 1 cm rambut kuda atau polypropylene dimasukkan. Mencit-mencit diperiksa pemulihan dari fascia, kemerahan, dan pembentukan nanah pada hari ke 1, 3, dan 5. Sampel jaringan dianalisis untuk mengetahui adanya peradangan dan reaksi alergi. Rambut kuda memiliki diameter 0,18-0,22 mm dan kekuatan rata-rata 314,415g, dibandingkan dengan kekuatan rata-rata polypropylene 1087,75g. Rambut kuda menunjukkan peradangan yang ringan dan memiliki sel radang yang menempel, sedangkan polypropylene tidak menunjukkan peradangan. Kedua bahan tersebut menyebabkan reaksi benda asing yang minimal dan tidak ada reaksi alergi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bulu kuda merupakan bahan jahit yang cocok karena memiliki diameter yang sesuai, kuat, dan hanya menyebabkan reaksi peradangan yang ringan.
       
      The utilization of natural suturing materials like grass, flax, cotton threads, hair, tendons, silk threads, beetle or ant heads, and animal gut by ancient humans indicates that they recognized the advantages of wound sealing. The research aimed to study the properties of horse hair as a suture material and its potential to cause skin reactions. Horse hair collected from two female horses was sterilized and analyzed for its diameter and strength, while polypropylene suture was used as a control. Host rejection response of both suture types were examined. A small incision was made on nine mice in their upper thorax, and 1 cm of horse hair or polypropylene was inserted. The mice were checked for recovery of fascia, redness, and puss formation on days 1, 3, and 5. Tissue samples were analyzed for inflammation and allergic reactions. The horse hair had a diameter of 0.18-0.22 mm and a mean strength of 314.415g, compared to polypropylene's 1087.75g mean strength. Horse hair showed mild inflammation and had attached inflammatory cells, while polypropylene showed no inflammation. Both materials caused minimal foreign body reactions and no allergic reactions. Therefore, it can be concluded that horse hair is a suitable suture material as it has suitable diameter, strong, and causes mild inflammatory reactions./Penggunaan bahan jahit alami seperti rumput, rami, benang kapas, rambut, tendon, benang sutra, kepala kumbang atau semut, dan usus hewan oleh manusia purba menunjukkan bahwa mereka mengakui manfaat dari penutupan luka. Penelitian ini bertujuan mempelajari sifat dan potensi rambut kuda sebagai bahan jahitan untuk menimbulkan reaksi pada kulit. Jahitan polypropylene digunakan sebagai kontrol. Rambut kuda yang dikumpulkan dari dua kuda betina disterilkan dan dianalisis ukuran diameter beserta kekuatannya. Respon penolakan inang dari kedua jenis jahitan diperiksa. Sembilan ekor mencit digunakan dalam penelitian ini. Sayatan kecil dibuat di dada bagian atas, dan 1 cm rambut kuda atau polypropylene dimasukkan. Mencit-mencit diperiksa pemulihan dari fascia, kemerahan, dan pembentukan nanah pada hari ke 1, 3, dan 5. Sampel jaringan dianalisis untuk mengetahui adanya peradangan dan reaksi alergi. Rambut kuda memiliki diameter 0,18-0,22 mm dan kekuatan rata-rata 314,415g, dibandingkan dengan kekuatan rata-rata polypropylene 1087,75g. Rambut kuda menunjukkan peradangan yang ringan dan memiliki sel radang yang menempel, sedangkan polypropylene tidak menunjukkan peradangan. Kedua bahan tersebut menyebabkan reaksi benda asing yang minimal dan tidak ada reaksi alergi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bulu kuda merupakan bahan jahit yang cocok karena memiliki diameter yang sesuai, kuat, dan hanya menyebabkan reaksi peradangan yang ringan.
       
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/121285
      Collections
      • UT - Veterinary Clinic Reproduction and Pathology [2187]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository