Variasi Suhu Sintering pada Sintesis Fluorapatit Berbahan Cangkang Bekicot (Achatina fulica) dengan Metode Sol Gel
Abstract
Karies gigi dapat menyebabkan gigi berlubang, keropos, bahkan patah. Perlu adanya penanganan terhadap karies gigi berupa pencabutan dan penggantian gigi alami dengan implan. Fluorapatit dapat digunakan sebagai bahan implan gigi. Fluorapatit dapat disintesis menggunakan bahan dasar cangkang bekicot. Cangkang bekicot memiliki kandungan kalsium karbonat sebesar 98%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik fluorapatit dan mengetahui pengaruh variasi suhu sintering pada sintesis fluorapatit berbahan cangkang bekicot dengan metode sol gel. Variasi suhu sintering yang digunakan, yaitu 700, 900, dan 1100 °C. Hasil penelitian menunjukkan fluorapatit yang disintering pada suhu 900 °C memiliki hasil terbaik. Fluorapatit 900 °C memiliki persentase kristalinitas tertinggi berdasarkan hasil spektrum XRD sebesar 83% dengan fase apatite pada sudut 31,8126°, ukuran kristal 79 nm, dan ukuran partikel 0,5 µm. Analisis FTIR pada fluorapatit 900 °C menunjukkan adanya gugus fungsi OH, OH-F, dan PO43-. Fluorapatit 900 °C menunjukkan morfologi seperti bunga karang dengan bunga berbentuk heksagonal dan rasio molaritas Ca/P sebesar 1,67. Dental caries can cause cavities, porous, and even broken teeth. There is a need for the treatment of dental caries in the form of extraction and replacement of natural teeth with implants. Fluorapatite can be used as a dental implant material. Fluorapatite can be synthesized from snail shells. A snail shell contains 98% calcium carbonate. This study aims to identify the characteristics of fluorapatite and determine the effect of variations in sintering temperature on the synthesis of fluorapatite made from snail shells using the sol-gel method. Variation of sintering temperature used is 700, 900, and 1100 °C. The results showed that fluorapatite synthesized with the sintering temperature of 900 °C had the highest crystallinity based on the results of the XRD spectrum of 83% with the apatite phase at an angle of 31,8126%, crystal size of 79 nm, and particle size of 0,5 µm. FTIR analysis on the sample showed the presence of OH, OH-F, and PO43- functional groups. The sample showed a spongy surface morphology with hexagonal-shaped flowers. A Ca/P molarity ratio of 1,67.
Collections
- UT - Chemistry [2295]
