Sistem pertanian sagu di daerah Luwu Sulawesi Selatan
View/ Open
Date
1998Author
Djumadi, Abdurradjab
Rumawas, Fred
Fahrudin
Pabinru, A.M
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian dilaksanakan di Desa Lebannu Kecamatan Masanba, Kabupaten DF II Luwu, Sulawesi Selatan, mulai 2 Februari dan berakhir 10 April di Laboratorium kimia Fakultas Mipa Universitas Hasanuddin. Penelitian mencakupi budidaya tanaman yang berlaku, pengolahan dan sosial ekonomi petani sagu. Dengan demikian diketahui model pertanian sagu yang berlaku. Faktor lingkungan tumbuh, curah hujan tinggi yang yang merata sepanjang tahun, dan fisiografi habitat sagu sangat memungkinkan sagu tumbuh dengan baik. Luapan banjir yang masuk ke areal sagu tiap tahun memberikan tambahan unsur hara P, K, Ca dan Mg masing-masing: 55-89, 241-382, 480-640 dan 73-102 kg/ha. Areal sagu terbagi kedalam areal tanah kering, tepi sungai dan rawa-rawa. Kandungan N-total di seluruh areal tergolong tinggi yaitu melampaui 0,5%. Tanaman sagu yang diusahakan umumnya varietas tidak berduri tumbuh di tanah subur yang dikembangbiakan lewat anakan. Anakan kebanyakan tidak diperjarang sehingga men- capai 13-24 pohon serumpun. Terdapat sekitar 445, 547 dan 648 rumpun tiap hektar masing-masing di tanah kering, tepi sungai, dan rawa-rawa.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
