Efek Penggunaan Nanoherbal Daun Pepaya (Carica papaya L.) sebagai Antelmintik terhadap Haemonchus contortus pada Pengujian In Vitro
Abstract
Haemonchosis sering dijumpai menyerang ruminansia kecil seperti domba.
Edukasi terkait haemonchosis yang minim serta penggunaan antelmintik sintetik
secara berulang dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan timbulnya kejadian
resistansi antelmintik. Pemanfaatan daun pepaya sebagai alternatif pengobatan
haemonchosis dipertimbangkan karena berpotensi sebagai antelmintik. Upaya
meningkatkan efektivitas obat herbal dapat dilakukan dengan teknologi nano yang
mampu memperkecil partikel ke dalam rentang 1 1000 nm serta meminimalisasi
efek samping yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan menguji efek nanoherbal
daun pepaya terhadap Haemonchus contortus pada pengujian in vitro. Pembuatan
nanoherbal dilakukan dengan melakukan ekstraksi, homogenisasi, dan
ultrasonikasi. Hasil pengujian Particle Size Analyzer diperoleh distribusi ukuran
partikel sebesar 824,7 nm. Pengujian in vitro dilakukan dengan Egg Hatch Assay
(EHA), Larva Motility Inhibition Test (LMIT), dan cacing dewasa. Uji EHA
menunjukkan aktivitas antelmintik ovisidal pada kelompok NH25% dengan nilai
inhibisi mencapai 100% (± 0,00), sedangkan uji LMIT juga menunjukkan aktivitas
larvisidal pada kelompok NH25% dengan persentase inhibisi larva sebesar 100%
(± 0,00). Pengujian terhadap cacing dewasa menunjukkan aktivitas vermisidal
dengan waktu mati cacing 5,4 kali lebih cepat dibanding herbal daun pepaya natif
dengan waktu kematian 10 ekor cacing H. contortus selama 17 menit (± 10,12).
Nanoherbal daun pepaya menunjukkan adanya peningkatan aktivitas ovisidal,
larvisidal, serta vermisidal pada H. contortus.
