Pemanfaatan Tanin dari Kulit Kayu Acacia Mangium sebagai Pewarna Alami dengan Sifat Antibakteri
Abstract
Tanin merupakan kelompok senyawa polifenol yang banyak terdapat pada kulit
kayu. Hasil ekstraksi dari tanin dapat memberikan warna sehingga dapat dimanfaatkan
sebagai pewarna alami. Sebagai agen pewarna alami, tanin memiliki aktivitas
antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan tanin dari
limbah kulit kayu untuk dijadikan pewarna alami dengan sifat antibakterti yang dapat
mengurangi dampak buruk dari pewarna sintetis terhadap pencemaran air. Tanin
dilarutkan menggunakan air dengan variasi suhu. Beberapa pengujian komponen kimia
tanin diantaranya: fenolik dan analisis lanjut fenolik berupa Py-GCMS, antioksidan, dan
antibakteri. Ekstraksi tanin diperbanyak pada suhu optimal berdasarkan pertimbangan
pengujian. Pengaplikasian tanin ke kain dengan ditambahkan mordan tawas, lalu kain
diuji aktivitas antibakteri. Kerusakan struktur bakteri dianalisis di bawah FESEM. Suhu
90 ᵒC merupakan suhu terbaik utnuk melakukan perbanyakan ekstrak tanin. Kain yang
sudah diaplikasikan dengan tawas dan tanin menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat
dengan diameter (1–2) cm. Tannins are a group of polyphenolic compounds that are widely found in bark. The
extraction of tannins can provide color so that it can be used as a natural dye. As a natural
coloring agent, tannins have antioxidant and antibacterial activities. This study aims to
utilize tannins from bark waste to be used as natural dyes with antibacterial properties
that can reduce the adverse effects of synthetic dyes on water pollution. Tannins are
dissolved using water with temperature variations. Some tests of tannin chemical
components include: phenolic and further analysis of phenolic in the form of Py-GCMS,
antioxidant, and antibacterial. Tannin extraction was propagated at the optimal
temperature based on testing considerations. Application of tannin to fabric by adding
alum mordant, then the fabric was tested for antibacterial activity. Bacterial structure
damage was analyzed under FESEM. The temperature of 90 ᵒC was the best temperature
to propagate the tannin extract. The fabric applied with alum and tannin showed strong
antibacterial activity with a diameter of (1-2) cm.
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
