View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh Penambahan Bahan Organik Terhadap Pengkelatan Alumunium Oleh Senyawa-Senyawa Humik Pada Typic Haplohumult

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (5.576Mb)
      Date
      1996
      Author
      Winarso, Sugeng
      Anas, Iswandi
      Sudarsono
      Makarim, Abdul Karim
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Tanah mineral bereaksi masam kaya Al banyak dijumpai di daerah-daerah tropik, termasuk Indonesia. Karena suhu dan kelembaban tinggi maka dalam proses perkembangan tanah, tanah-tanah ini akan terus bertambah banyak. Dalam pengelolaan tanah ini banyak dijumpai masalah, karena selain kaya Alad dan kemasaman rendah, juga miskin unsur hara khususnya fosfor (P). Bahan organik tanah, khususnya senyawa-senyawa humik, telah diketahui mampu mengkelat Al pada tanah masam. Akan tetapi penelitian mengenai pengkelatan Al yang dilakukan di Indonesia sangat jarang. Dalam penelitian ini ditujukan untuk mempelajari pengaruh penambahan beberapa sumber bahan organik terhadap pengkelatan Al dan perbaikan sifat dan ciri tanah pada tanah masam. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Tanah, Kimia Tanah dan Laboratorium Biokimia PAU IPB; yang dilaksa- nakan dalam suatu time series. Tanah berasal dari Gajrug (Typic Haplohumult). Perlakuan terdiri dari penambahan bahan organik setara 10 ton/ha dari sumber jerami padi (J) dan mucuna segar (M) serta kompos jerami padi (KJ) dan kompos mucuna (KM). Pengomposan dilakukan selama 1 bulan dan diinokulasi Trichoderma T21.2. Pengambilan contoh tanah untuk mengamati perubahan pengkelatan. Al dan perubahan ciri tanah dilakukan pada 2, 4 dan 6 bulan inkubasi; khusus untuk respirasi tanah dilakukan pada 0, 2, 4 dan 6 bulan inkubasi. Penambahan bahan organik setara 10 ton/ha nyata menurunkan Aldd tanah masam Typic Haplohumult, Gajrug Bogor hingga sekitar 7 cmol/kg tanah, pada waktu pengukuran 4 bulan inkubasi. Penurunan Aldd tersebut ditentukan oleh macam sumber bahan organik yang ditambahkan dan waktu inku- basi. Perlakuan jerami padi lebih baik dibandingkan dengan mucuna dalam menurunkan Aldd tanah, khususnya pada 2 bulan inkubasi. Penurunan Alad tanah juga disebabkan oleh kenaikan PH H2O tanah (Al mengendap) dan/atau terikat oleh muatan negatif tanah yang terbentuk setelah penambahan bahan orga- nik. Waktu inkubasi setelah penambahan bahan organik paling baik sekitar 4 bulan, dan setelah itu (6 bulan inkubasi) Al dd tanah bergerak naik lagi. Kenaikan Alad ini sangat erat hubungannya dengan kadar bahan organik yang ditambahkan yaitu sudah hampir habis saat 6 bulan inkubasi. Selanjutnya penurunan C-organik tanah berakibat penurunan pH H₂0 dan muatan negatif tanah dan akhirnya buffer tanah turun…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/120589
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository