Perkembangan tanah berasal dari abu volkan di lereng Utara dan Selatan Gunung Arjuno, Jawa Timur
View/ Open
Date
1983Author
Munir, Mochammad
Hardjowigeno, Sarwono;
Soepardi, Goeswono;
Satari, Achmad M.;
Metadata
Show full item recordAbstract
Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari perkembangan tanah berasal dari abu volkan lereng utara dan selatan G. Arjuna, Jawa Timur. Pengamatan lapang ditujukan untuk mengetahui sifat morfologiknya dan pengamatan laboratorium untuk menentukan sifat fisika, kimia dan mineraloginya.
Lereng utara mempunyai kandungan bahan organik lebih tinggi dari pada selatan. Dengan ketinggian kandungan bahan organik meningkat dan cenderung menurun di atas 2 400 meter. Jeluk efektif di utara berkisar antara 25 hingga 110 cm, sedangkan di selatan lebih dari 150 cm. Kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, pH tanah, kerapatan limbak. dan persentase liat menurun dengan ketinggian.
Bahan induk tanah di lereng utara dan selatan adalah basalto-andesitik dengan asosiasi hiperstinaugit. Mineral liat yang dijumpai adalah metahaloisit dan haloisit pada lereng selatan dengan ketinggian 900m, sedangkan profil lainnya didominasi bahan amorf.
Sekuens tanah yang diperoleh dari ketinggian 900 hingga 2 900 meter untuk lereng utara adalah:
Mollie Vitrandept, Umbric Vitrandept dan Lithic Vitrandept. Untuk lereng selatan adalah: Typic Eutropept, Mollie Vitrandept dan Umbric Vitrandept. Sistem klasifikasi Puslittan hampir sama dengan sistem FAO. Sekuens tanah berdasarkan kedua sistem tersebut untuk lereng utara adalah:
Mollie Andosol (Andosol Molik) dan Humic Andosol (Andosol Humik). Untuk lereng selatan adalah: Eutric Cambisol (Kambisol Eutrik), Mollie Andosol (Andosol Molik) dan Humic Andosol (Andosol Molik).
Collections
- MT - Agriculture [4004]
