Strategi pengelolaan kawasan cagar alam pulau dua sebagai habitat burung air
View/ Open
Date
2006Author
Syarief, Yan Shofian
Kusmana, Cecep
Soekmadi, Rinekso
Metadata
Show full item recordAbstract
Cagar Alam Pulau Dua merupakan daerah yang berperan penting sebagai habitat berbiak koloni burung air. Akibat bersatunya Pulau Dua dengan daratan Pulau Jawa secara alami, menyebabkan gangguan kegiatan manusia meningkat, sehingga diperlukan strategi pengelolaan. Penelitian dilakukan di kawasan Cagar Alam Pulau Dua pada bulan Januari hingga bulan Agustus 2004 dengan metode survei. Pada saat ini jenis-jenis burung yang mendominasi kawasan Cagar Alam Pulau Dua adalah Bubulcus ibis (kuntul kerbau), Egretta garzetta (kuntul kecil), Ardeola speciosa (blekok sawah), Nycticorax nycticorax (kowak malam) dan Casmerodius albus (kuntul besar). Secara umum habitat burung air di Cagar Alam Pulau Dua terdiri atas tiga sub-habitat: vegetasi mangrove, vegetasi tanah kering dan lumpur ketam. Permasalahan pada pengelolaan kawasan Cagar Alam Pulau Dua sebagian besar karena aktifitas manusia, antara lain perburuan, pengambilan kayu bakar dan kegiatan wisata masal. Prioritas strategi yang seharusnya dilakukan dalam pengelolaan Cagar Alam Pulau Dua sebagai habitat burung air adalah : Peningkatan pengawasan, pengamanan kawasan dan penegakan hukum.
