Analisis komponen aktif dari minyak atsiri beberapa tumbuhan aromatik yang menghambat aktivitas lokomotor mencit
View/ Open
Date
2004Author
Muchtaridi
Apriyantono, Anton
Budijanto, Slamet
Metadata
Show full item recordAbstract
Efek minyak atsiri daun kemangi (Ocimum formacitratum L.), daun kayu putih (Meulaleuca leucadendron L.), biji pala (Myristica fragrans HOUTT) dan kulit batangki lemo (Litcea cubeba L.) terhadap aktivitas lokomotor mencit telah diteliti dengan metode wheel cage, dan senyawa aktif minyak tersebut diidentiflkasi berdasarkan analisis GC/MS. Minyak atsiri diberikan secara inhalasi dengan dosis 0,1 ml, 0,3 ml, dan 0,5 ml. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat minyak atsiri tersebut memberikan efek penghambatan terhadap aktivitas lokomotor. Inhalasi minyak atsiri daun kemangi, daun kayu putih, biji pala, dan kulit batang ki lemo menunjukkankan aktivitas lokomotor dengan daya hambat masing-masing hingga sebesar 57,64 persen, 63,05 persen 68,62 persen, dan 60,75 persen. Identiftkasi dan kuantifitkasi senyawa volatil minyak atsiri dalam plasma darah mencit dilakukan dengan GC/MS setelah inhalasi selama 1/2, 1, dan 2 jam. Plasma darah dari tiga mencit yang telah menginhalasi minyak atsiri dikumpulkan dalam tabung heparin, kemudian senyawa volatil dalam darah diisolasi dan dipekatkan dengan kolom C-18 (100 mg-Sep-Pak), dengan eluen MeOH dan aqua bidestilata (60:40). Komponen utama yang terdeteksi dalam plasma darah mencit setelah inhalasi minyak atsiri didominasi oleh golongan terpen alkohol yaitu linalool dan alpha-terpineol (minyak atsiri daun kemangi, daun kayu putih, dan kulit batang ki lemo), 4-terpineol (minyak atsiri daun kemangi, daun kayu putih, dan biji pala), dan citronellol, nerol, geraniol. isopulegol dan neo-isopulegol (minyak atsiri kulit batang ki lemo). Benzaldehyde, citronellal, citral, dan geranial adalah golongan aldehida, yang terdeteksi pada plasma darah mencit setelah inhalasi minyak atsiri kayu putih dan ki lemo. Golongan terpen eter atau metoksi yang ditemukan dalam darah setelah inhalasi minyak atsiri kayu putih dan ki lemo adalah l,8-cineole. Safrole dan mirysticin terdeteksi dalam plasma darah mencit setelah inhalasi minyak biji pala. Linalyl acetate terdeteksi dalam darah mencit setelah inhalasi minyak kemangi, kayu putih dan ki lemo. Ester lain yang terdeteksi dalam darah mencit setelah inhalasi minyak biji pala adalah methyl palmitate, methyl mirystate, methyl oleate dan methyl stearate. Ulnumnya, senyawa-senyawa atsiri tercapai maksimum pada inhalasi 1 jam dan berkurang pada inhalasi 2 jam. Konsentrasi senyawa volatil dalam darah sangat rendah (microgram/ml atau ppm). Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa senyawa volatil yang terdeteksi dalam plasma darah kemungkinan memiliki hubungan dengan sifat depresan dari minyak atsiri yang diberikan secara inhalasi.
Collections
- MT - Agriculture Technology [2430]
