Penerapan Spatial Durbin Model dalam Menentukan Faktor yang Memengaruhi Kemiskinan di Provinsi Sumatra Utara
Abstract
Kemiskinan merupakan masalah ekonomi yang menjadi salah satu masalah utama di Indonesia. Provinsi Sumatra Utara menduduki peringkat kedelapan berdasarkan jumlah penduduk miskin terbanyak di Indonesia dan peringkat ke-13 berdasarkan persentase penduduk miskin terbanyak di Indonesia. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah Provinsi Sumatra Utara untuk membantu penduduk miskin, seperti pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun demikian, faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan perlu diidentifikasi sehingga dapat digunakan untuk membantu pemegang kebijakan dalam membuat strategi untuk menurunkan angka kemiskinan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemiskinan di Provinsi Sumatra Utara dengan menggunakan regresi spasial. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara pada tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memiliki keragaman antar lokasi sama namun terdapat autokorelasi spasial. Model regresi spasial terbaik yang diperoleh adalah Spatial Durbin Model (SDM) dengan nilai AIC sebesar 178,6529 dan nilai R^2 sebesar 0,8340. Model ini lebih baik dibandingkan dengan Spatial Autoregressive Model (SAR) karena memiliki nilai AIC yang lebih kecil dan R^2 yang lebih besar. Peubah persentase rumah tangga yang memiliki akses terhadap air minum layak mengindikasikan adanya asosiasi positif terhadap persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatra Utara. Adapun, peubah pengeluaran per kapita disesuaikan, umur harapan hidup, dan tingkat partisipasi angkatan kerja mengindikasikan adanya asosiasi negatif terhadap persentase penduduk miskin di Provinsi Sumatra Utara. Poverty is an economic problem, which is one of the main problems in Indonesia. North Sumatra province is ranked eighth based on the highest number of poor people in Indonesia and ranked 13th based on the highest percentage of poor people in Indonesia. Various of efforts have been made by the government of North Sumatra to reduce poverty, such as the provision of direct cash assistance (BLT). However, it is worth looking at the factors that significantly affect poverty. Therefore, this study will identify the factors that affect poverty in the Province of North Sumatra by using spatial regression. This study uses secondary data from the Central Statistics Agency (BPS) North Sumatra in 2021. The results show that the data has the same variation between locations but there is spatial autocorrelation. The spatial Regression Model that is suitable for use is the Spatial Durbin Model (SDM) with an AIC value of 178,6529 and an R^2 value of 0,8340. This Model compares favorably with the Spatial Autoregressive Model (SAR) due to it’s lower AIC value and a higher R^2. The percentage of households that have access to decent drinking water indicate a positive association on the percentage of poor people in North Sumatra. However, the adjusted expenditure per capita, life expectancy, and labor force participation rates indicate a negative association on the percentage of poor people in North Sumatran Province.
