Studi Implementasi Eco Packaging Pada Sayuran Bernilai Tinggi: Studi Kasus Perusahaan Lokal di Yogyakarta
Abstract
ATIN SARASWATI. Studi Implementasi Eco Packaging pada Sayuran Bernilai
Tinggi: Studi Kasus di Perusahaan Lokal Yogyakarta. Dibimbing oleh DIKKY
INDRAWAN dan AMZUL RIFIN
Telah dilakukan studi implementasi eco packaging pada sayuran bernilai
tinggi pada perusahaan lokal di Yogyakarta. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk
mengidentifikasi eco packaging yang disukai konsumen dan perusahaan,
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi dan memberikan rekomendasi untuk
pengambilan keputusan. Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu metode
Quality Function Deployment (QFD) dan pendekatan Analytical Hierarchy Process
(AHP). Metode QFD, dengan menggunakan dua pendekatan dari sudut pandang
konsumen dan perusahaan, dalam hal ini pengembang produk, diperoleh hasil
konsep produk kardus model yang dapat menampung semua komoditas sekaligus
komoditas yang bernilai tinggi. Faktor pengambilan keputusan penerapan eco
packaging pada produk sayuran bernilai tinggi di PT XYZ meliputi kesesuaian
bentuk, kesesuaian bahan, harga, kemudahan memperoleh bahan/ketersediaan
bahan baku, dan desain kemasan.
Rekomendasi penerapan pengambilan keputusan pengemasan ramah
lingkungan untuk produk sayuran bernilai tinggi di PT XYZ dengan metode QFD
dilakukan dengan melibatkan peran aktif konsumen, pengembang produk dan
perusahaan antara lain: direktur pelaksana, pemasaran, tim produksi dan tim
keuangan. Dimana dalam proses ini didapatkan kesimpulan eco packaging yang
direkomendasikan menggunakan bentuk box kardus dengan bahan kertas bagi
produk semua jenis sayuran bernilai tinggi. Eco packaging ini diperuntukkan bagi
konsumen online PT XYZ dengan prioritas harga yang bersedia dibayarkan Rp 0,-
sd Rp. 5000,-.
Sedangkan dengan menggunakan metode AHP diperoleh nilai CR sebesar
0,09 dimana prioritas utama yang ditekankan adalah bahan dan bentuk eco
packaging. Pada sub bagian kriteria bentuk menggunakan AHP nilai CR adalah
0,11 dimana prioritas utama adalah pembungkus (0,53). Pada sub kriteria bahan,
CR juga konsisten (0,13) dimana daun (0,52) merupakan bahan prioritas utama.
Jenis sayuran kailan menjadi prioritas utama (0,70). Alternatif strategi
implementasi terpilih menggunakan tas kain dan kombinasi kemasan sesuai jenis
sayuran
Collections
- MT - Business [4063]
