Sifat Fisis Kayu Jabon Merah (Anthocephalus macrophyllus) Termodifikasi Senyawa Boron, Asam Sitrat dan Pemanasan
Abstract
Jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) adalah salah satu jenis pohon
cepat tumbuh yang memiliki kelas kuat III – IV dan kelas awet V. Oleh sebab itu,
dibutuhkan upaya untuk meningkatkan ketahananya dari serangan organisme
perusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kombinasi
perlakuan senyawa boron, asam sitrat dan pemanasan terhadap sifat fisis kayu.
Kayu jabon merah diimpregnasi bertingkat dengan senyawa boron (asam borat
dan boraks), asam sitrat pada tekanan 7 atm selama 4 jam dan dipanaskan pada
suhu 80 ºC dan 160 ºC selama 4 jam. Pengujian sifat fisis yang dilakukan
meliputi berat jenis, kerapatan, water absorption (penyerapan air), leaching
(ketercucian), pengembangan volume, anti-swelling efficiency, serta penyusutan
arah tangensial dan radial. Hasil penelitian menunjukan senyawa boron dan asam
sitrat umumnya meningkatan kerapatan, berat jenis dan stabilitas dimensi kayu
jabon merah. Pemanasan 160 ºC juga meningkatkan stabilitas dimensi kayu jabon
merah. Perlakuan asam sitrat menurunkan ketercucian pengawet boron terutama
perlakuan asam borat-boraks. Perlakuan yang menghasilkan sifat fisis yang paling
baik adalah ABS160 (perlakuan asam borat-boraks, asam sitrat, dan pemanasan
160 ºC). Perlakuan asam sitrat juga meningkatkan stabilitas dimensi kayu jabon
merah dengan atau tanpa pengawetan asam borat dan boraks.
Collections
- UT - Forestry Products [2466]
