Konversi lahan pertanian dan dampaknya terhadap pelaku konversi: studi kasus di Desa Tegalwaru dan Bojong Rangkas Keca,atan Ciampea
View/ Open
Date
2007Author
Rahim, Dian A
Anwar, Affendi
Saefulhakim, R. Sunsun
Rustiadi, Ernan
Metadata
Show full item recordAbstract
Perubahan struktur perekonomian Indonesia sejak tahun 1970-an merupakan
fenomena yang semakin jelas mewarnai era Pembangunan Jangka Panjang II.
Perubahan struktur ini ditandai dengan berubahnya orientasi pembangunan, yakni
dari dominasi sektor pertanian menuju ke sektor industri dan jasa. Terjadinya
perubahan struktural ini secara otomatis memberi tekanan pada permintaan lahan di
luar sektor pertanian, khususnya lahan-lahan yang berdekatan dengan kawasan
perkotaan. Sehingga dengan adanya perubahan struktural ekonomi ini akan
memperbesar alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non-pertanian. Khususnya
karena lahan-lahan sawah yang beririgasi sejak pengembangannya dilengkapi
infrastruktur jalan-jalan inspeksi yang kemudian menjadi jalan desa dan berkembang
ada yang menjadi jalan kabupaten bahkan ditingkatkan menjadi jalan-jalan propinsi
dan interregional seperti sepanjang jalur Pantura. Peningkatan kualitas jalan-jalan
disekitar wilayah persawahan meningkatkan rente (Rent = surplus keuntungan) dari
lahan (land rent) berupa locational rent yang jauh melebihi Ricardian rent (menurut
kesuburannya), sehingga dengan mudah akan mengalami konversi lahan.
dst ...
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
