Analisis lokasi dan tipologi kesejahteraan rumah tangga di Cirebon
View/ Open
Date
2004Author
Hastono, Adi
Mudikdjo, Kooswardhono
Rustiadi, Ernan
Metadata
Show full item recordAbstract
The objectives of this study are to find out household welfare typology, village typology and model of relationship between the both typology. The resulting model could identify the effectiveness of social welfare program to the proper households. Household welfare level is classified into higher prosperous, prosperous, and lower prosperous or poor. The higher prosperous households spend their expenditure mostly in facilities, service, and clothing. The prosperous households spend their consumption mostly in food, and the lower prosperous households spend with very low expenditure in food and non-food. Villages are classified into urban, rural dry-land, and rural wetland. Urban villages are characterized as locations having high population density, and land mostly used for residence. Rural villages are characterized as locations with about 75 percent of the total land used for cultivation. When the cultivated land is wetland rice field, then the rural villages are named rural wetland, and when the cultivated land is dry land then the rural villages are named rural dry land. The influence of neighborhood location is significant to the household welfare level. About 75 percent households in rural wetland are in the level of lower prosperous. Besides that, most of the people work for agriculture and do not yet finish Junior High School. Finally, the analysis concludes that location, education and occupation have strong relationship with household welfare level. Tangkat kesejahteraan rumah tangga idealnya diukur berdasarkan kemampuan didalam bidang ekonomi, sosial, dan faktor lingkungan. Akan tetapi bilamana hanya melihat perbandingan antar rumah tangga atau individu, maka pada umumnya dipergunakan indikator ekonomi atau total pengeluaran rumah tangga. Pengeluaran rumah tangga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dasar akan berada pada posisi sebagai rumah tangga kurang sejahtera atau rumah tangga miskin.
Tujuan dari tesis ini adalah untuk mendapatkan tipologi kesejahteraan rumah tangga, tipologi lokasinya, dan model awal keterkaitan kedua tipologi. Sehingga dapat diketahui tingkat efektifitas dari suatu bantuan program kemiskinan sudah tepat pada sasarannya atau tidak. Tipologi kesejahteraan rumah tangga terbagi atas group paling sejahtera, sejahtera, dan kurang sejahtera. Kelompok paling sejahtera mempunyai pengeluaran yang sebagian besar diperuntukan untuk konsumsi non makanan seperti fasilitas rumah tangga, jasa, dan pakaian. Kelompok sejahtera sebagian besar pengeluarannya diperuntukkan bagi konsumsi makanan, sedangkan kelompok kurang sejahtera merupakan rumah tangga yang pengeluarannya rendah pada konsumsi makanan maupun non makanan. Tipologi lokasi atau desa/kelurahan terdiri atas perkotaan, perdesaan tegalan/ladang, dan perdesaan persawahan. Pada kelompok pertama sebagian besar penggunaan lahannya untuk pemukiman dan berpenduduk padat, sedangkan untuk kelompok lainnya tiga perempat lahannya dipakai untuk pertanian, dimana perdesaan persawahan bercocok tanam pada tanah sawah dan perdesaan tegalan/ladang pada tanah kering. Keadaan lokasi cukup berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan, mengingat bahwa rumah tangga yang bertempat tinggal di area perdesaan persawahan sekitar tiga perempatnya berstatus kurang sejahtera. Disamping itu sebagian besar dari rumah tangga tersebut berpendidikan tidak tamat SMP dan bekerja dibidang pertanian. Dengan demikian lokasi, pendidikan, dan pekerjaan saling berkaitan dalam tingkat kesejahteraan rumah gga.
Collections
- MT - Economic and Management [3203]
