Kajian persepsi masyarakat lokal dalam upaya pengelolaan tambak-mangrove terpadu di desa pematang pasir Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Lampung
View/ Open
Date
2003Author
Haryanto, Bambang
Bengen, Dietriech G.
Wiryawan, Budy
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem hutan mangrove memiliki keunikan dalam keragaman flora dan fauna yang hidup di dalamnya, serta memiliki nilai ekologis dan ekonomis yang tinggi. Eksistensi hutan mangrove saat ini banyak mendapat tekanan dan gangguan terutama oleh kegiatan manusia melalui eksploitasi yang berlebihan, pencemaran dan dikonversi menjadi tujuan peruntukan lain yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Untuk mempertahankan keberadaan dan kualitasnya, maka diperlukan upaya pengelolaan secara terpadu dan berkelanjutan yang berbasis masyarakat. Upaya ini berhubungan dengan sistem sosial setempat dan dipengaruhi oleh persepsi individu-individu dalam masyarakat tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi (pemahaman) masyarakat lokal cukup baik terhadap pengelolaan sumberdaya pesisir setempat, pengelolaan tambak-mangrove setempat serta upaya pengelolaan tambak-mangrove terpadu. Karakteristik individu masyarakat lokal yang berhubungan dengan persepsi terhadap pengelolaan tambak-mangrove adalah faktor pendidikan, umur, pendapatan dan pekerjaan. Tingkat pendidikan berhubungan positif dengan persepsi terhadap pengelolaan sumberdaya pesisir setempat dan upaya pengelolaan tambak-mangrove terpadu. Faktor umur berhubungan positif dengan persepsi terhadap pengelolaan tambak-mangrove setempat. Tingkat pendapatan per kapita per tahun masyarakat lokal berhubungan negatif dengan tingkat pemahamannya terhadap pengelolaan tambak- mangrove setempat. Jenis pekerjaan mempengaruhi tingkat persepsi dalam upaya pengelolaan tambak-mangrove. Perbedaan persepsi berdasarkan jenis pekerjaan individu tersebut berkaitan erat dengan tingkat partisipasinya. Tingkat partisipasi berhubungan positif dengan persepsi dalam upaya pengelolaan tamba-mangrove terpadu.
Kondisi sosial-ekonomi masyarakat di lokasi penelitian ditinjau dari sarana dan prasarana transportasi, telekomunikasi, pendidikan, kesehatan, listrik dan perdagangan sudah cukup memadai dalam mendukung program pengembangan. Akan tetapi tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pengelolaan tambak-mangove terpadu masih rendah. Demikian pula keterlibatan aparat desa dan instansi pemerintah daerah masih sangat rendah dalam upaya pengelolaan tersebut.
Dari hasil analisis SWOT ternyata arahan strategi yang pertama dalam peningkatan pemahaman dan partisipasi masyarakat lokal dalam pengelolaan tambak- mangrove terpadu adalah mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi pelaksanaan Rencana Pembangunan dan Pengelolaan Pesisir Desa secara terpadu terutama yang berkaitan dengan program pengembangan sumberdaya manusia
Collections
- MT - Fisheries [3214]
