View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Studi keseimbangan hara tanaman tebu (Sacharum officinarum L.) menggunakan metode DRIS (Diagnosis and Recommendation Integrated System) pada ultisol Cinta Manis Sumatera Selatan

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (19.62Mb)
      Date
      2002
      Author
      Arief, Tri Yandar
      Idris, Komaruddin
      Djuniwati, Sri
      Simoen, Suyanto
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian merupakan percobaan lapang yang dilaksanakan pada lahan produktivitas rendah (petak 073) dan lahan produktivitas tinggi (petak 221) di kebun percobaan (KP) Cinta Manis Sumatera Selatan. Penelitian berlangsung sejak bulan Juli 2001 hingga Desember 2001. Penelitian bertujuan untuk: 1) mendapatkan norma tanaman tebu dan mendiagnosis hara pada lahan produktivitas rendah dan tinggi masing- masing melalui percobaan pemupukan N, P, dan K, dan 2) mendapatkan dan membandingkan hasil diagnosis masing-masing metode yakni metode DRIS, batas kritik dan kisaran kecukupan hara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma DRIS pada lahan produktivitas rendah untuk N/P seimbang berkisar 3.86-4.00; mendekati seimbang 3.78-3.86 dan 4.00-4.08; dan tidak seimbang = <3.78 dan > 4.08. Sedangkan N/K seimbang = 0.70-0.72; mendekati seimbang 0.68- 0.70 dan 0.72-0.74; tidak seimbang > 0.74 dan < 0.68. Demikian pula untuk K/P seimbang = 5.48-5.56; mendekati seimbang 5.44-5.48 dan 5.56-5.60; tidak seimbang > 5.60 dan < 544. Sedangkan pada lahan produktivitas tinggi N/P seimbang = 3.80-3.88; mendekati seimbang 3.76- 3.80 dan 3.88-3.92; tidak seimbang 3.76 dan > 43.92. Sedangkan N/K seimbang = 0.75-0.77; mendekati seimbang 0.74-075 dan 0.77-0.78; tidak seimbang > 0.78 dan < 0.74. Demikian pula untuk K/P seimbang 5.00- 5.10, mendekati seimbang 4.96-5.00 dan 5.10-5.14; dan tidak seimbang > 5.14 dan 4.96. Batas kritis hara N, P, dan K pada lahan produktivitas rendah berturut-turut adalah 1.38 %, 0.367 %, dan 2.248 %. Sedangkan pada lahan produktivitas tinggi berturut-turut sebesar 1.504 %, 0.375 % dan 2.296 %. Hasil diagnosis dengan metode DRIS lebih baik karena mampu mendiagnosis kekurangan hara pada semua perlakuan pemupukan baik pada lahan produktivitas rendah maupun tinggi. Sedangkan kekurangan hara yang terdiagnosis dengan metode batas kritis dan kisaran kecukupan hara secara umum hanya pada perlakuan pemupukan tertentu
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119900
      Collections
      • MT - Agriculture [4005]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository