Induksi embriogenesis somatik dari bunga jantan beberapa kultivar pisang komersial Indonesia
View/ Open
Date
1997Author
Erfa, Lisa
Mattjik, Nurhayati Ansori
Megia, Rita
Gunawan, Livy W.
Metadata
Show full item recordAbstract
Pisang adalah komoditas hortikultura yang memiliki arti ekonomis
penting dan sangat potensial untuk dikembangkan sebagai
komoditas ekspor non migas. Tanaman ini diperbanyak secara
vegetatif. Berkembangnya penyakit akhir-akhir ini menyebabkan
terbatasnya penyediaan bahan tanam yang baik dan sangat
menurunkan produksi, sehingga perlu upaya mendapatkan genotipe
baru yang resisten. Upaya mendapatkan genotipe baru yang lebih baik
dengan pemuliaan konvensional menemui kendala karena poliploidi
dan sterilitas bunganya yang tinggi. Oleh karena itu pemuliaannya
memerlukan pendekatan lain seperti transformasi genetik yang
dipadukan dengan teknik kultur in vitro (embriogenesis somatik).
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi
kemampuan pembentukan embrio somatik lima kultivar pisang
komersial Indonesia dengan metode Escalant et al. (1994). Eksplan
yang digunakan adalah bunga jantan muda dari lima kultivar pisang
yang bernilai ekonomis, yaitu Barangan (AAA), Ambon Kuning (AAA),
Raja (AAS), Raja Sere (AAS), dan Kepok Kuning (ABB). Bunga diisolasi dari posisi 1-15 (0 dihitung dari meristem kuncup bunga jantan). lnduksi kalus dilakukan dalam medium semi padat Murashige dan Skoog (MS) ditambah 18.1 µM 2,4 D, 5.7 µM IAA, 5.37 µM NM, dan 4.09 µM biotin. Kondisi ini dipelihara 3-7 bulan (tergantung kultivar) tanpa sub kultur. Pada media tersebut bila terbentuk nodulnodul diantara kalus akan di pindah ke medium MS bebas hormon, kemudian dipindahkan ke medium semi padat MS dan vitamin Morel's ditambah 1.14 µM IAA dan 1 µM zeatin.
Collections
- MT - Agriculture [4005]
