Rencana Aksi Wisata Mangrove Berbasis Masyarakat di Pasar Banggi Kabupaten Rembang
Date
2023-06-21Author
Rosita, Indah Fajrina Ayu
Samosir, Agustinus M
Yulianto, Gatot
Metadata
Show full item recordAbstract
Rencana aksi diperlukan untuk mengelola ekowisata ekosistem mangrove di Pasar Banggi yang memiliki potensi mangrove yang tinggi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan membuat rencana aksi pengembangan wisata mangrove yang berbasis masyarakat di Desa Pasar Banggi Kabupaten Rembang. Penelitian lapang dilakukan selama bulan Febaruari 2021 sampai Mei 2021 dilanjutkan bulan Desember 2022. Hasilnya, nilai kerapatan mangrove tertinggi sebesar 9767 ind/ha, jumlah tegakan berbeda disetiap stasiun Berdasarkan Indeks kesesuaian ekologi, kawasan wisata mangrove pasar banggi termasuk kategori sesuai. Daya dukung kawasan ekowisata mangrove Pasar Banggi sebanyak 46 orang perhari, sedangkan jumlah kunjungan rata rata saat ini masih 40 orang perhari. Rencana aksi berbasis masyarakat yang diajukan adalah: penambahan tempat parkir, sentra kuliner, menara pemantau, plantasi mangrove, penambahan akses jalan menuju tempat wisata, dan penambahan pembatas jembatan. An action plan is needed to manage mangrove ecosystem ecotourism in Banggi Market which has high mangrove potential to improve people's welfare. This study aims to create an action plan for the development of community-based mangrove tourism in Pasar Banggi Village, Rembang Regency. Field research was conducted from February 2021 to May 2021 followed by December 2022. As a result, the highest mangrove density value was 9767 ind/ha, the number of stands was different at each station. Based on the ecological suitability index, the Pasar Banggi mangrove tourism area is in the appropriate category. The carrying capacity of the Pasar Banggi mangrove ecotourism area is 46 people per day, while the average number of visits is currently still 40 people per day. The proposed community-based action plans are: additional parking lots, culinary centers, monitoring towers, mangrove planting, additional access roads to tourist attractions, and additional bridge barriers.
