View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Master Theses
      • MT - Agriculture Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengembangan sistem proses retting serat kenaf (Hibicus cannabinus L.) menggunakan kultur mikrobial pada lingkung non aseptik

      Thumbnail
      View/Open
      1995mai1.pdf (5.781Mb)
      Date
      1995
      Author
      Ainuri, Makhmudun
      Said, H. E. Gumbira
      Romli, Muhammad
      Sudjindo
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Kenaf (Hibiscus cannabinus L.) merupakan salah satu varietas andalan peng- hasil serat. Di India dan Bangladesh serat kenaf digunakan untuk berbagai keper- luan, seperti karung goni, tekstil, karpet, hardboard, industri perkapalan, kerajinan dan sebagainya. Di Indonesia, walaupun terbatas dalam pembuatan karung, namun kebutuhan nasionalnya baru terpenuhi 20 - 30 % dari produksinya. Di lain pihak ra- taan mutu serat yang dihasilkan masih rendah, yakni 15 - 20 % mutu A, 40 - 50 % mutu B dan sisanya mutu C. Dalam mata rantai produksi serat kenaf diduga penyebab utama rendahnya mutu serat adalah proses retting. Proses retting merupakan ujung tombak dari keberhasilan dan kelestarian komoditas serat kenaf di negara-negara anggota Interna- tional Jute Organization (IJO), khususnya Indonesia. Proses retting adalah proses pemisahan atau ekstraksi serat dari material non-serat dengan cara merendam dalam air dan melibatkan aktivitas enzim kompleks mikroorganisme yang ada di dalamnya. Berbagai upaya dilakukan untuk memperoleh cara retting yang efektif dan efisien, termasuk di dalamnya perpaduan proses mikrobiologis, mekanis dan semi mekanis. Di samping itu timbul pemikiran baru pelaksanaan proses retting yang seyogyanya tidak dikerjakan oleh masing-masing petani penghasil, melainkan oleh kelompok tani, koperasi atau instansi terkait. Dengan demikian diharapkan mutu serat yang dihasilkan dapat seragam dan optimal. Untuk merealisasikan hal tersebut diperlukan teknologi proses yang memadai terhadap sentra-sentra retting yang dikembangkan. Proses retting dalam bentuk ribbon, menggunakan kolam sirkulasi dengan penambahan nutrien pemerkaya (urea), serta starter mikrobial merupakan arah…dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/119339
      Collections
      • MT - Agriculture Technology [2430]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository